Ketua PERTINA Riau, Doan N.B Sindir Pihak yang Masih Bertahan: “Kalau 9 Daerah Sudah Tegas, Apa Lagi yang Dicari?” - KILAS BALIK

Minggu, 01 Maret 2026

Ketua PERTINA Riau, Doan N.B Sindir Pihak yang Masih Bertahan: “Kalau 9 Daerah Sudah Tegas, Apa Lagi yang Dicari?”


PEKANBARU, kilasbalik ( 2/3/26) - Konstelasi pemilihan Ketua Umum KONI Provinsi Riau periode 2026–2030 kian mengerucut. Sembilan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia kabupaten/kota secara terbuka menyatakan dukungan kepada Iskandar Hoesin.


Pertemuan di Hotel Angkasa, Pekanbaru, Ahad (1/3/2026), bukan sekadar buka puasa bersama. Ia menjadi deklarasi moral bahwa dukungan mayoritas telah jelas dan tidak berubah.


Kampar, Dumai, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti menegaskan surat dukungan mereka sah, resmi, dan siap diverifikasi ulang secara faktual bila diperlukan.


Tiga daerah yang sempat diklaim berpindah haluan bahkan tampil membantah langsung isu tersebut. Mereka menyebut kabar peralihan dukungan tidak berasal dari kepengurusan yang sah.


Mayoritas Sudah Terbentuk


Dengan sembilan dukungan solid, syarat minimal pencalonan dinilai telah terpenuhi. Namun polemik di tingkat Tim Penjaringan dan Penyaringan belum juga sepenuhnya mereda.


Di tengah dinamika tersebut, suara dari cabang olahraga mulai terdengar lebih lantang.


Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia Provinsi Riau, Doan N. B. atau yang dikenal sebagai Bro Doan, menyampaikan komentar yang cukup tajam.


“Kalau sembilan KONI kabupaten/kota sudah menyatakan dukungan resmi dan siap diverifikasi, lalu apa lagi yang dipertahankan? Angka itu bukan opini, itu fakta organisasi,” ujarnya.


Nada suaranya tidak tinggi, tetapi pesannya jelas.


Menurutnya, demokrasi organisasi tidak bisa terus dipelintir dengan tafsir administratif ketika mayoritas sudah terbaca terang.


“Dalam olahraga, kita diajarkan menerima hasil. Kalau di atas ring saja petinju berani mengakui poin lawan, masa dalam organisasi kita takut menerima suara terbanyak?” katanya.


Sindiran Halus, Pesan Tegas


Bro Doan juga menyentil pihak yang dinilai masih berupaya mempertahankan dinamika konflik.


“Sebenarnya siapa yang takut kalah? Kalau memang yakin kuat, kenapa harus menahan proses? Kalau mayoritas sudah berbicara, yang dibutuhkan itu kebesaran hati, bukan tambahan drama,” ucapnya.


Ia menilai, memperpanjang polemik hanya akan menimbulkan kesan bahwa ada pihak yang belum siap menerima realitas dukungan.


“Organisasi ini bukan panggung gengsi. Ini rumah pembinaan atlet. Jangan sampai anak-anak kita yang berlatih pagi dan sore harus menunggu karena elite belum selesai berdamai dengan hasil,” tegasnya.


Risiko Jika Terus Berlarut


Bro Doan mengingatkan, konflik yang dipelihara terlalu lama bisa menciptakan keretakan permanen di tubuh KONI Riau:


Legitimasi Musorprov dipertanyakan

Koordinasi pembinaan terganggu

Stabilitas anggaran tersendat

Moral atlet menurun


Menurutnya, kemenangan dalam organisasi bukan sekadar duduk di kursi ketua. Kemenangan sejati adalah ketika semua pihak mampu menerima hasil dengan dewasa.


“Kalau sembilan sudah jelas, tinggal satu pertanyaan: mau menjaga marwah organisasi atau mau mempertahankan ego?” tutupnya.


Kini, sorotan tertuju pada langkah selanjutnya. Publik olahraga Riau menanti apakah proses ini akan dituntaskan secara elegan, atau terus berputar dalam pusaran keberatan administratif.


Di luar sana, atlet tetap berlatih. Mereka tidak peduli siapa menang. Mereka hanya butuh organisasi yang stabil untuk melangkah lebih jauh.(*) 




Redaksi 

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done