KILAS BALIK

Selasa, 10 Maret 2026

Sinergi Kebaikan Jilid 2: Rumah Zakat Bersama Kemenag dan BAZNAS Riau Bagikan Takjil di Depan MTQ


PEKANBARU,kilasbalik– Semangat kolaborasi menebar kebaikan di bulan suci kembali bergelora di Kota Bertuah. Rumah Zakat bersama Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS Provinsi Riau, dan gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Wilayah Riau menggelar aksi berbagi takjil Jilid 2 pada Jum'at (6/3/2026). Bertempat di depan kawasan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.


Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk nyata soliditas antarlembaga pengelola zakat di Riau dalam mensyiarkan ibadah Ramadhan. Kehadiran para tokoh dari Kemenag dan BAZNAS di lapangan memberikan semangat tersendiri bagi para relawan yang bertugas. Tidak hanya sekadar berbagi makanan berbuka, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara lembaga filantropi dengan masyarakat luas, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya berbagi melalui lembaga resmi.


Masyarakat menyambut antusias gerakan kolektif ini, terbukti dengan ludesnya paket takjil dalam waktu singkat. Perwakilan dari Rumah Zakat menyampaikan bahwa kolaborasi jilid ke-2 ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi pemantik semangat bagi instansi lain untuk turut serta dalam agenda-agenda kemanusiaan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga zakat, diharapkan dampak maslahat Ramadhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Riau.




Sri Imelda

Senin, 09 Maret 2026

Rumah Zakat dan Salimah PW Riau Salurkan Paket Kado Lebaran Yatim di Masjid Agung Ar-Rahman


PEKANBARU, kilasbalik– Menyongsong keberkahan di pertengahan bulan suci, Rumah Zakat berkolaborasi dengan Salimah PW Riau menyalurkan paket Kado Lebaran Yatim pada Sabtu, 7 Maret 2026, yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Bertempat di Masjid Agung Ar-Rahman, Jl. Jendral Sudirman, Pekanbaru, acara bertajuk "Ramadhan Maslahat: Berbagi Berdampak" ini menjadi momentum untuk memuliakan anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan agenda khotmul quran, santunan yatim dhuafa, pembagian paket buka puasa, hingga diakhiri dengan ifthar jama’i bersama seluruh peserta.


Relawan Rumah Zakat turut terjun langsung untuk memastikan proses penyaluran berjalan dengan tertib dan lancar. Paket Kado Lebaran tersebut diserahkan secara simbolis kepada anak-anak yatim dhuafa binaan Salimah PW Riau yang hadir dengan penuh antusias. Ketua Salimah PW Riau, Ibu Hj. Nita Cahyaning, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur, sembari berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk menebar manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Riau.


Perwakilan Rumah Zakat, Nur Aliza selaku Program Implementator, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kebahagiaan anak-anak yatim menjelang hari raya. "Kami ingin memastikan bahwa keceriaan Lebaran juga dirasakan oleh mereka yang kurang beruntung melalui paket istimewa ini," ujarnya. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi amal jariyah bagi para donatur, membawa keberkahan bagi lembaga yang terlibat, serta mampu mengukir senyum tulus di wajah anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa.



Sri Imelda

Rumah Zakat Salurkan Puluhan Paket Syiar Al-Qur’an untuk Lansia di Musholla Al-Fitrah Sukajadi


Sukajadi, kilasbalik 5 Maret 2026 – Dalam semangat menyebarkan keberkahan dan memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat, Relawan Rumah Zakat menyalurkan puluhan paket Syiar Al-Qur’an kepada para jamaah di Musholla Al-Fitrah, Sukajadi, pada Kamis (5/3). Program ini secara khusus ditujukan bagi para lansia dan orang tua jamaah musholla yang membutuhkan Al-Qur’an dengan ukuran huruf yang lebih besar agar lebih mudah dibaca.


Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Rumah Zakat dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ibadah dan meningkatkan kedekatan umat dengan Al-Qur’an. Puluhan mushaf Al-Qur’an yang disalurkan merupakan Al-Qur’an dengan cetakan huruf besar, sehingga lebih ramah bagi para lansia yang mengalami keterbatasan penglihatan.


Kegiatan penyaluran berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur dari para penerima manfaat. Para relawan Rumah Zakat menyerahkan langsung paket Syiar Al-Qur’an kepada jamaah Musholla Al-Fitrah yang selama ini aktif mengikuti kegiatan ibadah di lingkungan tersebut.


Program Leader Rumah Zakat menyampaikan bahwa program Syiar Al-Qur’an ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memudahkan masyarakat, khususnya para orang tua dan lansia, agar tetap semangat membaca dan mendalami Al-Qur’an.


“Melalui program Syiar Al-Qur’an ini, Rumah Zakat ingin menghadirkan kemudahan bagi para jamaah, khususnya para orang tua, agar tetap dapat membaca Al-Qur’an dengan nyaman. Kami berharap mushaf yang disalurkan dapat menjadi teman ibadah yang membawa keberkahan dan pahala yang terus mengalir,” ujarnya.


Salah satu penerima manfaat, Pak Zulfahmi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah menyalurkan Al-Qur’an melalui Rumah Zakat. Menurutnya, mushaf Al-Qur’an dengan huruf besar sangat membantu dirinya dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.


“Saya sangat berterima kasih kepada para donatur dan Rumah Zakat. Al-Qur’annya hurufnya besar-besar, jadi sangat memudahkan saya untuk membacanya. Semoga para donatur diberikan kesehatan dan keberkahan,” ungkap Pak Zulfahmi dengan penuh haru.


Melalui program Syiar Al-Qur’an ini, Rumah Zakat berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya mushaf Al-Qur’an yang layak dan mudah dibaca, terutama bagi para lansia yang memiliki keterbatasan penglihatan namun tetap memiliki semangat tinggi untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.


Rumah Zakat juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam berbagai program kebaikan, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaat dari kepedulian dan kebaikan para donatur.


Dengan adanya dukungan dari para donatur, Rumah Zakat akan terus berkomitmen untuk menyalurkan berbagai program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Semoga setiap mushaf Al-Qur’an yang dibaca menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala bagi para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini.




Sri Imelda 

Rumah Zakat dan Salimah Pekanbaru Gelar Kajian Ramadhan dan Buka Bersama di Rumah Quran Ar-Rahmah


Pekanbaru, kilasbalik – Rumah Zakat bersama Persaudaraan Muslimah (Salimah) Pekanbaru menggelar kegiatan **Kajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama** pada Sabtu (7/3/2026) di *Rumah Quran Ar-Rahmah*, wilayah Bina Widya, Pekanbaru.


Kegiatan ini dihadiri oleh *Ketua LPM Bina Widya Bapak Ronaldi, ST*, *Ketua Salimah PC Bina Widya Ibu Dwi Widiarsih*, serta *Ketua Pera Salimah Bina Widya Ibu Siti Syamsiah*, bersama para relawan dan masyarakat sekitar.


Acara diawali dengan *kajian Ramadhan* yang disampaikan oleh *Ustadz Budi Solihin Al Minangkabawi* dengan tema kemuliaan Al-Qur’an dan keutamaan bulan Ramadhan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat hubungan dengan Al-Qur’an melalui tilawah, tadabbur, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan *pembagian takjil kepada masyarakat* yang dilakukan oleh ibu-ibu Salimah bersama relawan Rumah Zakat. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya *tasmi’ Al-Qur’an* dari peserta binaan Rumah Quran Ar-Rahmah serta *penyerahan reward* sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam belajar Al-Qur’an.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan *buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah*, yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan ukhuwah.


Melalui kegiatan ini, Rumah Zakat bersama Salimah berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat serta menghadirkan keberkahan Ramadhan melalui kegiatan pembinaan dan kepedulian sosial.




Sri Imelda 

Inspektorat KemenHAM Evaluasi IKPA di Sumbar, Tekankan Perbaikan Perencanaan dan Pengendalian Anggaran


Padang, kilasbalik- Inspektorat Jenderal Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran melalui analisis Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) di lingkungan Kantor Wilayah KemenHAM Sumatera Barat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Inspektur Wilayah I Andriyanto Wahyu Prasetio di Kantor Wilayah KemenHAM Sumbar, Jumat (06/03/2026).


Dalam arahannya, Andriyanto menjelaskan bahwa IKPA menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan satuan kerja dalam melaksanakan anggaran negara secara efektif dan akuntabel.


“IKPA digunakan untuk melihat sejauh mana kinerja pelaksanaan anggaran di satuan kerja berjalan secara efektif, mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi anggaran,” ujar Andriyanto.


Berdasarkan evaluasi data per 2 Februari 2026, secara umum pelaksanaan anggaran di lingkungan Kanwil KemenHAM Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang cukup baik. Seluruh satuan kerja tercatat memiliki capaian IKPA yang mencerminkan pengelolaan anggaran berjalan dengan baik.


Meski demikian, Andriyanto menyebut masih terdapat perbedaan capaian nilai antar satuan kerja. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas perencanaan serta konsistensi pelaksanaan anggaran di masing-masing unit kerja.


Ia menegaskan, peningkatan nilai IKPA membutuhkan komitmen pimpinan satuan kerja dalam memastikan perencanaan anggaran yang lebih akurat, pengendalian pelaksanaan yang konsisten, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan negara.


“Dengan perencanaan yang matang dan pengendalian yang baik, diharapkan nilai IKPA dapat terus meningkat dan mencerminkan tata kelola keuangan yang semakin akuntabel,” katanya.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sumatera Barat–Riau Dewi Nofyenti menyampaikan bahwa pihaknya terus memperketat proses pengelolaan administrasi keuangan, khususnya terkait kelengkapan dokumen pertanggungjawaban anggaran.


Menurut Dewi, pada tahun sebelumnya terdapat beberapa dokumen yang belum lengkap saat proses penginputan karena percepatan realisasi anggaran. Namun kondisi tersebut telah dilengkapi setelah proses administrasi berjalan.


“Tahun ini kami tidak ingin lagi seperti itu. Dokumen pertanggungjawaban harus lengkap terlebih dahulu sebelum dilakukan penginputan,” ujarnya.


Ia juga meminta arahan dari Inspektorat Jenderal agar pengelolaan keuangan di wilayah kerja Sumatera Barat dan Riau dapat berjalan lebih tertib dan meminimalisir potensi temuan dalam pemeriksaan.


Setelah pengarahan, tim Inspektorat Jenderal KemenHAM turut melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Tahun 2025 di lingkungan Kanwil KemenHAM Sumatera Barat. (Humas KemenHAM Sumbar)

Penanganan Dugaan Korupsi Proyek Swakelola PUPR Dipertanyakan, Aliansi Pemuda Anti Korupsi Soroti Transparansi Kinerja Kejari Meranti


PEKANBARU, kilasbalik – Penanganan laporan dugaan korupsi proyek swakelola di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti kembali menuai sorotan.

‎Hal tersebut menyusul terbitnya surat Kejari Meranti yang menyatakan bahwa laporan dugaan penyimpangan proyek swakelola tahun anggaran 2024 belum ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya peristiwa tindak pidana korupsi.

‎Kesimpulan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan tindak lanjut laporan pengaduan masyarakat yang sebelumnya disampaikan oleh Aliansi Pemuda Riau Bersatu.

‎Dalam surat tersebut disebutkan bahwa proses pemeriksaan telah dilakukan terhadap sejumlah pihak terkait serta dilakukan pemeriksaan fisik pekerjaan oleh ahli konstruksi.

‎Namun keputusan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat mengenai sejauh mana proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

‎Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

‎Sejumlah kegiatan swakelola di lingkungan Dinas PUPR Kepulauan Meranti pada tahun anggaran 2024 diketahui memiliki nilai anggaran yang tidak kecil.

‎Penelusuran terhadap data pengadaan pemerintah menunjukkan adanya kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten dengan nilai pagu sekitar Rp6,7 miliar.

‎Selain itu, berbagai laporan pengawasan juga mencatat adanya puluhan paket kegiatan swakelola lain yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan, rehabilitasi fasilitas bangunan, hingga pemeliharaan drainase.

‎Dengan jumlah paket pekerjaan yang cukup banyak serta nilai anggaran yang mencapai miliaran rupiah, laporan dugaan penyimpangan proyek tersebut sebelumnya menarik perhatian masyarakat.

‎Transparansi Pemeriksaan Dipertanyakan

‎Ketua Aliansi Pemuda Anti Korupsi Riau, Bob Riau, menilai kesimpulan Kejari Meranti yang menyatakan belum cukup bukti justru menimbulkan kesan kurang transparan dalam penanganan laporan masyarakat.

‎Menurutnya, publik berhak mengetahui secara terbuka bagaimana proses pemeriksaan tersebut dilakukan.

‎“Kami menghormati kewenangan aparat penegak hukum. Namun dalam kasus yang menyangkut penggunaan anggaran daerah bernilai miliaran rupiah, publik tentu berharap proses penanganannya dilakukan secara terbuka dan transparan,” ujar Bob.

‎Ia menilai hingga saat ini belum ada penjelasan rinci kepada publik mengenai paket pekerjaan apa saja yang diperiksa serta metode evaluasi yang digunakan dalam proses penyelidikan tersebut.

‎“Masyarakat hanya menerima kesimpulan bahwa tidak ditemukan bukti permulaan korupsi, tetapi tidak dijelaskan secara rinci bagaimana proses pemeriksaan dilakukan dan apa saja yang menjadi dasar kesimpulan tersebut,” katanya.

‎Dinilai Belum Sejalan dengan Arahan Jaksa Agung

‎Bob juga menilai proses penanganan laporan tersebut seharusnya dapat menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen terhadap transparansi penegakan hukum.

‎Menurutnya, Jaksa Agung Republik Indonesia, Burhanuddin, selama ini berulang kali menekankan pentingnya profesionalitas, integritas, dan transparansi dalam penanganan perkara.

‎“Arahan Jaksa Agung jelas bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, tegas, dan transparan. Karena itu masyarakat berharap setiap laporan dugaan korupsi dapat ditangani secara terbuka agar tidak menimbulkan keraguan publik,” ujarnya.

‎Ia menilai transparansi dalam penanganan perkara juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

‎Pemeriksaan Fisik Dinilai Belum Cukup

‎Bob menambahkan bahwa dalam banyak perkara korupsi proyek pembangunan, penyimpangan tidak selalu terlihat dari kondisi fisik pekerjaan.

‎“Dalam banyak kasus, proyek bisa terlihat selesai di lapangan, tetapi penyimpangan terjadi pada perencanaan anggaran, penggelembungan harga material, atau manipulasi volume pekerjaan. Karena itu pemeriksaan harus benar-benar menyentuh aspek penggunaan anggaran,” katanya.

‎Menurutnya, tanpa penelusuran yang mendalam terhadap dokumen anggaran dan mekanisme pelaksanaan proyek, potensi penyimpangan bisa saja tidak terdeteksi.

‎Pengawasan Publik Akan Terus Dilakukan

‎Meski laporan dugaan korupsi tersebut dinyatakan belum cukup bukti, Aliansi Pemuda Anti Korupsi Riau menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah tetap akan terus dilakukan.

‎Bob menyebutkan bahwa dalam sistem hukum pidana, sebuah perkara masih dapat dibuka kembali apabila ditemukan bukti baru yang menguatkan dugaan tindak pidana.

‎“Kami akan terus mengawal penggunaan anggaran publik. Jika di kemudian hari ditemukan data atau bukti baru yang memperkuat dugaan penyimpangan, tentu proses hukum dapat kembali berjalan,” tegasnya.

‎Ia berharap aparat penegak hukum dapat terus meningkatkan transparansi dan ketegasan dalam menangani setiap laporan masyarakat agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

‎“Harapan masyarakat sederhana, yaitu penegakan hukum yang transparan, profesional, dan benar-benar berpihak pada kepentingan publik,” pungkas Bob.(*)

DPW PWMOI : Dengan Berbuka Bersama, Jalin Silaturahmi, Solid, Kompak Seluruh Pengurus


Pekanbaru, kilasbalik - Dalam menjalin silaturahmi dengan seluruh pengurus, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau mengadakan bagi-bagi takjil dan buka bersama, yang dilaksanakan di Cafe Ubud, Komplek Grand Ubud Cluster, jalan Parit Indah Pekanbaru, Senin (9/3/2026).


Dalam sambutannya, Ketua DPW PWMOI Riau, H. Rio Kasairy, S.Sos sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada PT Riau Petroleum yang telah membantu pelaksanaan buka bersama ini.


Dan ia juga mengatakan bahwa buka bersama ini adalah ajang untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan seluruh pengurus DPW.


"Walaupun satu profesi, tapi mungkin memiliki kesibukan yang berbeda, makanya kita mengadakan buka bersama ini untuk bisa berkumpul, cerita, bersendagurau, sehingga terjalin kembali kekompakan dan kekeluargaan sesama pengurus DPW," ujar Rio.


"Selain acara buka bersama kita buat, kita juga membagikan takjil sebanyak 150 paket takjil di persimpangan lampu merah serta juga membagi buah tangan, berupa minuman kaleng kepada seluruh pengurus DPW," terang Rio.


"Dengan kegiatan ini, berharap teruslah jalin silaturahmi yang baik, komunikasi, solid, kompak dengan seluruh pengurus terutama, serta tetap satu komando," pungkas Rio.



Sumber : Humas DPW PWMOI Riau



Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done