KILAS BALIK

Senin, 20 April 2026

Wamendagri Membuka Acara Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ( AKPERSI)

 

Gorontalo, Kilas Balik - Hubungan antara pemerintah dan media massa terus diperkuat di tengah tantangan arus informasi digital. Hal ini ditegaskan dalam acara Pelantikan Anggota DPD Gorontalo Dan Rampimnas Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) yang dibuka langsung oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertempat di Gedung Grand Palace Convention Center, Gorontalo, pada Senin (20 April 2026).


Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kualitas jurnalisme sebagai instrumen kritik membangun sekaligus mitra strategis pemerintah.


Dalam sambutannya, perwakilan Kemendagri menyoroti masih maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah masyarakat. 


Pemerintah mengapresiasi langkah strategis Akpersi dalam membekali para jurnalis agar memiliki kompetensi yang kuat.


"Kami melihat masih banyak berita yang mengarah pada hoaks. Oleh karena itu, langkah peningkatan kapasitas yang dilakukan Akpersi sangat baik. Dengan kapasitas yang mumpuni, berita yang disebarkan akan lebih akurat dan terpercaya," ujar pihak Kemendagri.


Hadir langsung mewakili Kementerian Dalam Negeri dalam agenda tersebut Eko Indriantanto, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda. Bersama Redis Orlando Suweni, Penelaah Teknis Kebijakan.


Menanggapi kebijakan efisiensi anggaran, Ketua Umum Akpersi menegaskan bahwa media tidak boleh dipandang sebagai beban finansial bagi pemerintah. 


Sebaliknya, pers harus diposisikan sebagai pilar demokrasi yang menjaga kolaborasi di tingkat nasional maupun daerah.


"Pemerintah akan tetap memposisikan media bukan sebagai beban anggaran, tetapi sebagai pilar demokrasi untuk penegakan kolaborasi negeri ini," tegas Ketum Akpersi di hadapan para anggota DPD yang dilantik.


Terkait dinamika di lapangan, Ketum Akpersi menjelaskan bahwa fungsi pers adalah melakukan kontrol sosial melalui kritik yang objektif. 


Beliau menekankan pentingnya profesionalisme jurnalis dalam menghadapi setiap temuan di lapangan.


- Kemitraan Strategis: Pers tetap bermitra dengan pemerintah, namun tetap mandiri dengan menjalin kerja sama dengan berbagai sektor.

- Kritik vs Menjatuhkan: Isu mengenai pers yang dianggap "mencari-cari kesalahan" diluruskan sebagai bentuk kritik membangun yang bertujuan demi perbaikan publik.

- Keberimbangan Berita: Setiap temuan wajib melalui proses konfirmasi. Jika ada pihak yang keberatan, pers wajib memberikan ruang untuk hak jawab guna memastikan berita tetap berimbang.


"Ketika ada temuan, maka wajib konfirmasi. Pers wajib menjunjung tinggi pemberitaan yang berimbang. Jika pemerintah tidak terima, ada mekanisme hak jawab yang harus dihormati," tutupnya.


Pelantikan di Gorontalo ini diharapkan dapat mempererat koordinasi antara instansi pemerintah dan organisasi pers untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan kredibel.



Sumber: DPD AKPERSI Gorontalo 


(DPC AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)

Tekankan Kepemimpinan Humanis, Wakasad: Komandan Harus Dekat dengan Prajurit

 

BANDUNG, Kilas Balik – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menekankan pentingnya kepemimpinan humanis bagi seorang Komandan Satuan (Dansat), yakni dengan membangun kedekatan, kepedulian, serta ikatan yang kuat dengan prajurit yang dipimpinnya.


Penegasan tersebut disampaikan Wakasad saat memberikan pengarahan kepada peserta pendidikan Calon Komandan Brigade/Resimen (Danbrig/Danmen), Calon Komandan Batalyon (Danyon), Calon Komandan Detasemen (Danden), serta Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).


Dalam arahannya, Wakasad menekankan bahwa seorang komandan tidak cukup hanya memberikan perintah, tetapi harus hadir langsung di tengah anggota dan membangun komunikasi yang efektif. “Tidak hanya dibutuhkan kepedulian, tidak hanya dibutuhkan pengarahan-pengarahan, tetapi hatimu harus ada di situ, kamu harus cek, kamu harus turun, kamu harus bicara langsung. Komunikasi langsung dengan anggota harus kalian lakukan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Wakasad menyampaikan bahwa komandan satuan harus mampu berperan sebagai orang tua, mitra kerja, sekaligus guru dan pelatih bagi anggotanya, guna membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan berkarakter.


Melalui seleksi yang ketat serta pola pendidikan yang terprogram, para peserta diharapkan mampu menjadi komandan yang membawa pengaruh positif, membangun semangat, serta memperkuat soliditas satuan dalam pelaksanaan tugas.


Wakasad juga mengingatkan agar kepemimpinan yang dibangun mampu mendorong pelaksanaan tugas secara efektif, terarah, dan bertanggung jawab, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesiapan dan kemajuan TNI Angkatan Darat.


Adapun jumlah peserta pendidikan terdiri dari 27 orang peserta Pendidikan Danbrig/Danmen, 115 orang peserta pendidikan Danyon/Danden, serta 53 orang peserta pendidikan Wadanyon. Pendidikan dilaksanakan selama delapan minggu dengan penilaian meliputi aspek Sikap dan Perilaku (Sikku), jasmani, serta kemampuan menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, dan kesegaran jasmani. *(Dispenad)*

Minggu, 19 April 2026

TERSANGKA PEMBUNUHAN DI TAMBANG KAMPAR BEBAS: Kuasa Hukum Surati Kapolda Riau, Soal P19 Jaksa Tak Dikerjakan Polisi


Pekanbaru, kilasbalik  - Kuasa hukum keluarga korban pembunuhan J. Sianturi, S.H., M.H., di wilayah hukum Polsek Tambang, Kampar, resmi menyurati Kapolda Riau. Ada dua hal yang dipertanyakan: tersangka sudah bebas demi hukum dan petunjuk jaksa P19 tidak dikerjakan penyidik, sehingga keluarga korban merasa keadilan belum didapat. Minggu (19/04/2026).


Tak hanya itu, kuasa hukum korban J. Sianturi, juga menyoroti petunjuk jaksa atau P19 yang disebut belum ditindaklanjuti penyidik. 


Dua poin inilah yang kini resmi diadukan ke Kapolda Riau.


“Kami sudah resmi menyurati Kapolda Riau. Ada dua hal yang kami pertanyakan. Pertama, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kenapa bisa bebas demi hukum. Kedua, petunjuk jaksa P19 sampai hari ini tidak dikerjakan oleh penyidik,” tegas kuasa hukum korban.

 

Kuasa hukum J. Sianturi menjelaskan, surat kepada Kapolda Riau itu dikirim karena keluarga korban menilai proses hukum mandek. 


Ia menyebut tersangka sudah keluar tahanan, padahal perkara belum tuntas. 


Selain itu, berkas perkara yang dikembalikan jaksa dengan P19 belum juga dilengkapi penyidik Polsek Tambang.


Kasus pembunuhan ini sebelumnya ditangani Polsek Tambang. Namun, dengan bebasnya tersangka dan tidak dijalankannya P19, keluarga korban merasa tidak ada kepastian hukum.


“Surat tersebut kami layangkan untuk meminta kejelasan. Sampai saat ini tidak ada titik keadilan untuk klien kami. Kami minta Kapolda Riau turun tangan,” ujarnya.


Keluarga berharap Kapolda Riau segera mengevaluasi penanganan perkara tersebut agar ditangani tuntas dan transparan. Mereka ingin ada kepastian hukum, bukan justru tersangka bebas sementara petunjuk jaksa diabaikan.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Riau maupun Polres Kampar terkait surat dan dua poin yang diadukan kuasa hukum keluarga korban tersebut.



Sumber: Kuasa Hukum J. Sianturi 




Redaksi 

Zuriat Marhum Pekan, Ir. Tengku Amir Ahmad,Sampaikan Terima Kasih Mendalam kepada LAMR Kota Pekanbaru


PEKANBARU, kilasbalik– Perhelatan akbar Pentas Drama Musikal Sejarah Marhum Pekan dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan sukses digelar dengan penuh khidmat. Momentum bersejarah ini memicu rasa syukur dan apresiasi yang mendalam dari pihak keluarga keturunan pendiri Kota Pekanbaru.

 

Mewakili keluarga besar, Ir. Tengku Amir Ahmad menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, SH., MH.

 

"Atas nama Zuriat Marhum Pekan, saya Ir. Tengku Amir Ahmad, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Datuk Seri Muspidauan. Berkat visi dan dukungan beliau, sejarah Marhum Pekan dapat divisualisasikan dengan begitu indah melalui drama musikal dan lagu ini," ungkap Ir. Tengku Amir Ahmad.

 

Penghargaan untuk Dedikasi Hulubalang

 

Selain apresiasi terhadap pelaksanaan acara, Ir. Tengku Amir Ahmad juga memberikan penghormatan khusus kepada jajaran Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru yang telah memberikan pengawalan ketat dan penuh dedikasi terhadap para Zuriat selama kegiatan berlangsung.

 

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada:

 

- Panglima Besar Muhammad Nasir

- Sekjen Panglima Besar Madya Sonni Aroma, ST.

 

"Kami sangat menghargai dedikasi yang ditunjukkan oleh Panglima Besar Muhammad Nasir dan Sekjen Panglima Besar Madya Sonni Aroma.

Pengawalan dari Hulubalang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menunjukkan bentuk nyata penghormatan adat kepada Zuriat Marhum Pekan," tegasnya lagi.

 

Menjaga Marwah Sejarah

 

Kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga marwah dan melestarikan sejarah pendiri Kota Pekanbaru agar tetap diingat oleh generasi mendatang. Sinergi antara para Zuriat dengan LAMR Kota Pekanbaru diharapkan terus terjalin erat demi kemajuan budaya Melayu di tanah bertuah.

 

Pementasan ini menjadi bukti bahwa

marwah dan melestarikan sejarah pendiri Kota Pekanbaru agar tetap diingat oleh generasi mendatang. Sinergi antara para Zuriat dengan LAMR Kota Pekanbaru diharapkan terus terjalin erat demi kemajuan budaya Melayu di tanah bertuah.

 

Pementasan ini menjadi bukti bahwa sejarah besar Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Pekan) akan selalu hidup di hati masyarakat Pekanbaru melalui dukungan tokoh-tokoh adat yang peduli akan akar budayanya. 





Redaksi 

Ribuan Warga CFD Teredukasi! Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib Lalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan


Pekanbaru, kilasbalik – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dan Program Green Policing yang dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (19/04/2026).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, dan melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Ditlantas Polda Riau.


Dalam suasana santai namun penuh edukasi, kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi kampanye keselamatan berlalu lintas serta pengenalan program Green Policing kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang hadir di lokasi CFD.


Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat sesi kuis interaktif digelar. Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa helm, tumbler, buku panduan keselamatan berlalu lintas, balon, hingga bibit pohon sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi nyata.


Dalam keterangannya, AKBP Dasril menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban. Melalui Green Policing, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Apresiasi juga datang dari masyarakat yang hadir di lokasi CFD. Salah satu pengunjung, Hendri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Polantas Riau.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, apalagi disampaikan dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Kami sebagai masyarakat merasa lebih dekat dengan polisi, dan tentunya jadi lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga lingkungan. Kami mengapresiasi Polantas Riau yang terus aktif memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas dan program Green Policing,” ungkapnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami terus mendorong pendekatan edukatif dan humanis dalam setiap kegiatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Melalui momentum CFD ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing,” tegasnya.


Ia juga menambahkan bahwa Ditlantas Polda Riau akan terus konsisten hadir di tengah masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi keselamatan serta kelestarian lingkungan.


Selain itu, momen spesial juga diberikan kepada masyarakat dan anggota Polri yang berulang tahun di bulan April dengan penyerahan bibit pohon sebagai simbol harapan akan kehidupan yang berkelanjutan.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.


Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Ditlantas Polda Riau terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta mendukung lingkungan yang lebih hijau dan lestari.




Mirza halawa 

Sabtu, 18 April 2026

Letkol Juni Fitriyan Bangga Prajurit Ksatria Condromowo Lolos Seleksi Diktuba


Jember, kilasbalik -Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Gelombang II TA 2026

yang berlangsung di  Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam V/Brawijaya Sukorejo Jember. Sabtu (18/04/2026).


Satuan ini melatih fisik, mental, kepribadian, dan akademik agar menghasilkan bintara profesional berpangkat Sersan.

Pendidikan menekankan pada internalisasi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta profesionalisme. 


Ini merupakan pendidikan khusus bagi Tamtama (Kopral Kepala/Kopral Satu) untuk dididik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda).


Hadir dalam acara ini Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha Kostrad, Letkol Inf Juni Fitriyan,S.H.,M.H.I, M.Han. Mengikuti dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan ini. Sosok pria santun dan ramah ini terpantau dengan serius hadir sebagai tamu kehormatan dimana 48 Prajurit Ksatria Condromowo lolos seleksi dalam Pendidikan Pembentukan Bintara ini.


Letkol Inf Juni Fitriyan,S.H.,M.H.I, M.Han ketika ditemui ditempat terpisah menanggapi terkait 48 Prajuritnya mengatakan, "Pertama saya mengucapkan Puji Syukur pada Tuhan Yang Maha Besar Allah SWT, atas keberhasilan Prajurit Ksatria Condromowo sejumlah 48 orang. Yang lulus mengikuti Diktuba gelombang dua TNI Angkatan Darat tahun 2026. Ini merupakan wujud tolak ukur daripada keberhasilan pembinaan personel di satuan Yonif 509 Balawara Yudha Kostrad. Dimana Komandan selain sebagai pemimpin dari situ juga, peran sebagai guru, teman, pelatih dan mensupport para anggotanya untuk maju menatap masa depan yang lebih baik.

Sehingga mewujudkan Prajurit yang lebih profesional, solid, dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan".


"Pesan khusus dari saya semoga ini menjadi trigger bagi para prajurit Yonif 509 lainnya, untuk berbuat lebih baik lagi dan lebih termotivasi. Untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan pendidikan pengembangan umum khususnya baik Diktuba, Diktupa maupun jenjang lebih tinggi Sesko Angkatan Darat. Tetap semangat Condromowo Be Brave Berhasil Cakra..!!", tutup pria asli Cirebon ini.




Sri Imelda 

Danrindam V/Brw Resmi Buka Diktuba TNI AD Gel.II Tahun 2026 di Secaba Jember


Jember, kilasbalik-Brigadir Jenderal TNI Mukhamad Albar, S.E.,M.M selaku Komandan Resimen Induk Daerah Militer V/Brawijaya, resmi membuka Pendidikan Bintara TNI AD Gelombang II Tahun 2026. Sebanyak 428 calon Bintara memulai pendidikan militer di Secaba Rindam V/Brawijaya, Jember, dengan semangat dan harapan tinggi untuk masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Secaba Rindam V/Brawijaya Jember, Sabtu (18/04/2026).


Pendidikan ini berlangsung selama satu bulan dan bertujuan membentuk Prajurit yang profesional, disiplin, dan berjiwa Sapta Marga. Dalam amanatnya Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. melalui Danrindam V/Brawijaya menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama proses pendidikan ini.


“Menjadi prajurit TNI AD adalah kehormatan sekaligus tantangan,” pesan Pangdam V/Brawijaya. Para siswa diharapkan dapat beradaptasi dengan kehidupan militer yang menuntut kedisiplinan tinggi, loyalitas, dan tanggung jawab dalam setiap langkah mereka.


Pendidikan ini dirancang untuk melatih fisik, mental, dan kemampuan strategis calon prajurit. Pangdam V/Brawijaya berharap para calon Bintara dapat lulus dengan hasil terbaik dan menjadi prajurit yang membanggakan, siap menjaga kedaulatan negara dan bangsa.


Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Mukhamad Albar, S.E.,M.M,mengutarakan "hari ini kami membuka pendidikan Diktuba Prajurit yang dari Tamtama naik menjadi Bintara, Melatih perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku dari Tamtama menjadi Bintara agar siap menjadi pemimpin setingkat regu. Dan yang terpenting adalah harus memiliki sikap dan perilaku yang baik,pengetahuan militer yang mumpuni, jasmani yang prima dan mematuhi apa yang ditekankan pimpinan atas kita", tegasnya.


Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done