KILAS BALIK

Sabtu, 25 April 2026

Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau


Pekanbaru, kilasbalik — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Maizar, memenuhi undangan Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Provinsi Riau yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/04/2026). Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sinergi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Riau, dalam hal ini Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai turut mengirim petugas perwakilannya untuk menghadiri undangan tersebut. 


Apel yang diinisiasi oleh Polda Riau tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sebagai bagian dari kolaborasi strategis dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika. 


Bertindak selaku pembina apel, Plt. Gubernur Riau, SF. Hariyanto, dalam amanatnya menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk menjauhi narkoba serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut aktif dalam upaya pencegahan dan penindakan.


Melalui keikutsertaan dalam apel ini, Kanwil Ditjenpas Riau menunjukkan kesiapan dan kontribusi aktif dalam mendukung langkah konkret pemberantasan narkoba, sekaligus memperkuat output kolaborasi antarinstansi demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan generasi muda yang lebih terlindungi.


Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Maizar turut menandatangani Deklarasi Anti Narkoba bersanding dengan para pimpinan forkopimda.






Sri Imelda 

Suara, Warna, dan Harapan dari Balik Jeruji: Festival Seni Lapas Pekanbaru


Pekanbaru, kilasbalik INFO_PAS – Di balik tembok tinggi yang sering dipandang sebelah mata, terdapat harapan, perubahan, dan semangat untuk menjadi lebih baik. Warga binaan bukan sekadar individu yang menjalani masa hukuman, tetapi juga manusia yang memiliki mimpi, bakat, dan keinginan untuk kembali berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan semangat tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menghadirkan ruang ekspresi yang penuh makna melalui sebuah perhelatan seni, Sabtu (25/04). 


Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru secara resmi membuka Festival Seni dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan sekaligus sarana untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni.


Festival Seni tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, kreatif, dan humanis.


“Festival Seni ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi media bagi warga binaan untuk mengekspresikan diri secara positif serta membangun kepercayaan diri,” ujarnya.


Berbagai perlombaan digelar dalam Festival Seni ini, di antaranya stand up comedy, festival band, fashion show, dance competition, dan grafiti. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusias oleh warga binaan yang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


Melalui kegiatan ini, Lapas Pekanbaru juga ingin mengajak masyarakat untuk turut berkolaborasi dalam mendukung program pembinaan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.


Festival Seni ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat, serta membangun citra positif pemasyarakatan sebagai institusi yang berkomitmen dalam pembinaan dan reintegrasi sosial.





Sri Imelda 

Ikuti Apel Kesiapan Satgas, Kalapas Pekanbaru Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba


Pekanbaru, kilasbalik INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran mengikuti Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Provinsi Riau yang digelar di Lapangan Apel Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/04).

Apel ini diselenggarakan oleh Polda Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Riau. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF. Harianto dan dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, unsur TNI-Polri, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Maizar, Badan Narkotika Nasional, serta berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran Kepala Kanwil Ditjenpas Riau merupakan wujud dukungan aktif jajaran Pemasyarakatan dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna memberantas narkoba, termasuk di dalam lingkungan Lapas atau Rutan.

Apel berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pemasangan rompi Satgas serta deklarasi komitmen bersama untuk memerangi narkoba hingga ke akar-akarnya. Kegiatan ini sekaligus menandai kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau dalam menjalankan upaya terpadu, mulai dari pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum.

Dalam amanatnya, Plt Gubernur Riau menegaskan bahwa ancaman narkotika telah menjadi persoalan serius yang melibatkan jaringan lintas negara. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pihak.

Sementara itu, Kapolda Riau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan dalam pemberantasan narkotika, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat program pencegahan dan pemberantasan narkoba di dalam Lapas.

“Kami siap mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba melalui penguatan pengawasan, pembinaan warga binaan, serta sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait,” ujar Yuniarto.

Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat semakin solid dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika serta melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba.




Sri Imelda 

Jumat, 24 April 2026

PWMOI Riau Desak Plt Gubernur Evaluasi Kabid Pengawasan Disnakertrans, Dinilai Abaikan Konfirmasi Jurnalis


PEKANBARU, kilasbalik-– Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (DPW PWMOI) Provinsi Riau mendesak Plt Gubernur Riau untuk segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau. Desakan ini muncul menyusul sikap Bidang Pengawasan yang dinilai tidak serius menanggapi surat konfirmasi terkait dugaan operasional PT Foragro Mitra Sejati di Kota Pekanbaru tanpa izin yang jelas.


Ketua DPW PWMOI Riau, Rio Kasairy, menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada Disnakertrans Riau dengan nomor : 62/PWMOI/DPW/RIAU/IV/2026 pada 13 April 2026 guna meminta klarifikasi mengenai legalitas operasional perusahaan tersebut, termasuk kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan.


“Ini bukan tanpa alasan. Kami menyurati Disnakertrans Riau untuk meminta penjelasan terkait legalitas PT Foragro Mitra Sejati, apakah perusahaan itu memiliki izin operasional di Pekanbaru, bagaimana pelaporan ketenagakerjaannya, termasuk apakah karyawan mereka terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rio Kasairy di Sekretariat DPW PWMOI Riau, Jalan Air Hitam, Kelurahan Bina Widya, Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).


Rio menjelaskan, informasi awal terkait dugaan tidak adanya izin operasional PT Foragro Mitra Sejati berasal dari dirinya, yang kemudian ditindaklanjuti dengan menugaskan Humas PWMOI untuk melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.


Namun, menurut Rio, ketika tim PWMOI melakukan konfirmasi langsung ke pihak perusahaan, pihak PT Foragro Mitra Sejati justru terkesan menghindar dan mengalihkan tanggung jawab ke kantor pusat.


“Yang lebih aneh, ketika dikonfirmasi, pihak perusahaan tidak memberikan jawaban substansi dan justru melempar tanggung jawab ke kantor pusat. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.


PWMOI kemudian memperluas konfirmasi kepada Disnakertrans Riau, khususnya Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, dengan harapan mendapat jawaban sesuai substansi pertanyaan. Namun, respons yang diterima justru dinilai tidak sesuai.


“Kami kirim surat konfirmasi tertulis, malah diarahkan untuk membuat surat pengaduan. Ini kan aneh. Pejabat publik harus bisa membedakan mana konfirmasi pers dan mana pengaduan masyarakat. Baru kali ini saya tahu surat konfirmasi jurnalis dianggap pengaduan,” tegas Rio.


Menurutnya, konfirmasi pers merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dijamin oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, dan pejabat publik seharusnya memahami fungsi serta hak pers dalam menggali informasi untuk kepentingan publik.


PWMOI juga menyoroti pentingnya penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut. Pasalnya, berdasarkan sejumlah informasi dan video yang diterima dari narasumber yang merupakan mantan karyawan PT Foragro Mitra Sejati, aktivitas operasional perusahaan dinilai memiliki risiko kerja yang cukup tinggi.


“Kalau benar perusahaan itu beroperasi, maka aspek K3 harus benar-benar diawasi. Ini menyangkut keselamatan pekerja. Jangan sampai ada pembiaran,” tambah Rio.


Atas dasar itu, DPW PWMOI Riau mendesak Plt Gubernur Riau untuk mengevaluasi kinerja Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Riau yang dinilai tidak memahami perbedaan antara konfirmasi jurnalistik dan pengaduan formal.


PWMOI juga menilai sikap tersebut berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi dalam persoalan ini.


“Kalau konfirmasi resmi dari media saja diabaikan dan diarahkan menjadi pengaduan, tentu publik berhak bertanya, ada apa sebenarnya? Jangan sampai muncul dugaan ada persoalan lain yang selama ini tidak terekspos ke publik,” tutup Rio.



Sumber : Humas DPW PWMOI Riau




Sri Imelda 

Gempur Narkoba di Jantung Pekanbaru: Satgas Terpadu Riau Bergerak, Pangdam Tegaskan Perang Tanpa Ampun


PEKANBARU, kilasbalik Pemerintah Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba, Sabtu (25/4/2026) pukul 08.13 WIB, di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Apel ini menjadi penanda langkah konkret dan terukur dalam memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi ancaman narkotika yang kian terorganisir.


Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF. Haryanto, memimpin langsung apel didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, Kajati Riau Dr. Sutikno, serta unsur Forkopimda lainnya. Komandan apel dijabat AKBP Lilik Surianto. Pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, Lapas, Avsec, hingga ormas Granat turut dikerahkan. 


Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa kejahatan narkotika telah berkembang menjadi jaringan lintas wilayah bahkan lintas negara. Melalui pembentukan Satgas Anti Narkoba, seluruh kekuatan dikonsolidasikan dengan langkah konkret: penindakan tegas tanpa kompromi, pemetaan jalur rawan, pemutusan rantai distribusi, serta penguatan pencegahan berbasis masyarakat melalui edukasi dan deteksi dini.


Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di Riau. “Kejahatan narkoba adalah ancaman serius bagi seluruh masyarakat karena dapat memusnahkan generasi bangsa,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tidak tinggal diam. “Diperlukan kesadaran kolektif serta gerakan bersama di tengah masyarakat dalam memberantas narkoba,” lanjutnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan rompi simbolis kepada perwakilan pasukan serta pembacaan dan penandatanganan Deklarasi “Riau Tangguh, Bersih dari Narkoba”. Apel berakhir pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib.


Langkah terpadu ini menegaskan komitmen kuat seluruh elemen di Riau untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika. Upaya tidak hanya difokuskan pada penindakan, tetapi juga pencegahan berkelanjutan demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa (*Red)

Mama-Mama Papua Turun Tangan, Dapur Umum Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Makin Solid


Manokwari, kilasbalik — Dukungan warga terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1801/Manokwari terus menguat. Mama-mama Papua di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, turun langsung membantu memasak di dapur umum demi kelancaran tugas Satgas di lapangan, Sabtu (25/4/2026).


Kepala Dapur Satgas TMMD, Sertu Usman, menyebut keterlibatan masyarakat sangat membantu percepatan pekerjaan personel.


“Kehadiran mama-mama Papua membuat kebutuhan konsumsi anggota terpenuhi dengan baik, sehingga tugas di lapangan bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.


Sementara itu, warga setempat, Onice Dowansiba, mengatakan partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan di kampungnya.


“Walaupun hanya membantu memasak, kami ingin program TMMD ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Keterlibatan mama-mama Papua di dapur umum menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menyukseskan program TMMD. (Pendim 1801)






Sri Imelda 

Perkuat Sinergi Pertahanan Negara, Kasad Hadiri Pertemuan Purnawirawan


JAKARTA, kilasbalik– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menghadiri pertemuan bersama para purnawirawan TNI dalam rangka memperkuat sinergi pertahanan negara, yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi tersebut dihadiri Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta purnawirawan dari tiga matra. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara TNI aktif dengan para purnawirawan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program penguatan postur TNI, baik dari aspek organisasi, modernisasi, maupun pengembangan sumber daya manusia guna mewujudkan kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai masukan dan pandangan strategis dari para purnawirawan yang memiliki pengalaman dan wawasan luas di bidang pertahanan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan strategis pertahanan negara dalam menghadapi dinamika tantangan global dan regional yang terus berkembang.

Para purnawirawan menyambut baik pertemuan tersebut dan memberikan berbagai masukan konstruktif guna mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara yang semakin tangguh. *(Dispenad)*



Sri Imelda 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done