KILAS BALIK

Senin, 09 Februari 2026

Konfrensi pers Polres Tabalong Tegaskan RS (23) Tewas Akibat Senjata Tajam

 


Tabalong, Kilas Balik — Polres Tabalong memaparkan hasil otopsi dan perkembangan penyidikan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan meninggalnya RS (23), dalam konferensi pers yang digelar Senin (9/2) terkait peristiwa di lingkungan SDN Sulingan.



Konferensi pers dipimpin PS Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo, serta menghadirkan tim ahli forensik RS Bhayangkara Banjarmasin dan Balistik Forensik Polda Kalimantan Selatan.



Dokter Spesialis Forensik dr. Mia, Sp.FM, menjelaskan hasil ekshumasi dan otopsi menemukan luka tusuk di dada kiri yang menembus jantung dan paru-paru, menyebabkan perdarahan hebat dan kematian cepat. Selain itu, dua luka tusuk pada perut kiri merusak usus dan limpa, serta luka berat pada lengan kiri.



Tim forensik memastikan tidak ditemukan luka tembak maupun proyektil peluru di tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan akibat trauma berat senjata tajam.



Dari sisi barang bukti, penyidik turut memeriksa satu pucuk air gun. Ahli balistik menyatakan senjata tersebut dalam kondisi siap pakai dan berfungsi normal, namun tidak menjadi penyebab langsung kematian korban.



Atas peristiwa ini, penyidik menerapkan pasal berlapis,yakni Pasal 459 KUHP Nasional (UU No. 1 Tahun 2023) tentang pembunuhan, berencana Pasal 458 ayat (1) tentang perbuatan yang mengakibatkan kematian, Pasal 460 KUHP Nasional terkait pengeroyokan, serta Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang penguasaan senjata tajam. Polisi menegaskan penanganan perkara dilakukan profesional dan transparan serta mengimbau masyarakat tidak tidak terprovokasi.


Tim/Red :

Gaspol Bangun Integritas! Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Asesmen Tim Zona Integritas Menuju WBK–WBBM


Pekanbaru, kilasbalik - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pelayanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (9/02).


Kegiatan asesmen ini menjadi salah satu tahapan strategis dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia sebagai motor penggerak utama pembangunan Zona Integritas. Dalam pelaksanaannya, ketua tim kelompok kerja secara langsung melakukan asesmen terhadap para pegawai, guna mengukur pemahaman, komitmen, serta peran aktif masing-masing individu dalam mendukung pencapaian WBK–WBBM.


Melalui asesmen ini, Kanwil Ditjenpas Riau tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga menekankan pada integritas personal, pola pikir pelayanan, serta konsistensi perilaku kerja yang sejalan dengan nilai-nilai reformasi birokrasi. Setiap pegawai didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan profesional.


Pelaksanaan asesmen ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpegawai, sekaligus menjadi sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam perjalanan menuju predikat WBK dan WBBM. Dengan langkah ini, Kanwil Ditjenpas Riau menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari individu, dikuatkan oleh tim, dan berdampak langsung bagi masyarakat.





Sri Imelda 

Teguhkan Pembangunan Zona Integritas Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Penandatanganan Komitmen Bersama

 

Pekanbaru, Kilas Balik – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai melaksanakan kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas sebagai wujud nyata komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas, Senin (9/2/2026).


Apel tersebut diikuti oleh Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, pejabat struktural, seluruh pegawai Lapas Narkotika Rumbai, serta peserta magang, sebagai bentuk keterlibatan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Dalam amanatnya selaku Pembina Apel, Kalapas menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.


“Penandatanganan komitmen bersama ini menjadi pengingat dan penguat tekad kita semua untuk menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, serta menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas oleh Kepala Lapas Narkotika Rumbai beserta jajaran pejabat struktural, yang diikuti oleh seluruh pegawai. 


Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas layanan, serta mewujudkan lingkungan kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat.

Kampar Junior FA Ukir Prestasi Gemilang di Ajang KONI Riau, Borong Dua Piala dan Harumkan Nama Kampar

 


Pekanbaru, 9 Februari 2026, Kilas Balik — Kampar Junior Football Academy (FA) kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang turnamen sepak bola resmi yang diselenggarakan oleh KONI Provinsi Riau. Bertanding di Stadion Utama Riau, Kota Pekanbaru, pada Sabtu dan Minggu, 7–8 Februari 2026, Kampar Junior FA sukses memboyong dua piala sekaligus ke Bangkinang dari kategori Kelompok Umur (KU) 10 dan KU 12.


Pada kategori KU 10, Kampar Junior FA tampil impresif dan berhasil meraih juara pertama serta medali emas. Gelar prestisius tersebut diraih setelah menaklukkan SSB A.H asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dengan skor tipis 1–0 pada laga final. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan serta kualitas permainan tim muda Kampar Junior FA di tingkat provinsi.


Sementara itu, pada kategori KU 12, Kampar Junior FA juga menunjukkan performa yang membanggakan. Tim harus puas meraih juara kedua dan medali perak setelah kalah dari Garuda Junior melalui adu penalti. Pada waktu normal, kedua tim bermain imbang tanpa gol dengan skor kacamata 0–0, sebelum akhirnya pertandingan ditentukan melalui babak tos-tosan.


Secara keseluruhan, Kampar Junior FA membuktikan konsistensinya dalam pembinaan sepak bola usia dini dengan membawa pulang dua piala KONI Provinsi Riau, masing-masing juara pertama KU 10 dan juara kedua KU 12. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan atlet muda yang berkelanjutan.


Manajer Kampar Junior FA, Nofri, yang akrab dipanggil “Pak Pol” oleh anak-anak Kampar Junior FA, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras anak-anak, pelatih, serta dukungan penuh dari orang tua dan seluruh tim. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan membawa Kampar Junior FA ke level yang lebih tinggi,” ujar Nofri.


Pelatih Kampar Junior FA, Zidan, menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat juang dan disiplin para pemain.

“Anak-anak bermain dengan penuh semangat, disiplin, dan berani. Mereka menunjukkan mental bertanding yang kuat. Prestasi ini bukan hanya tentang piala, tetapi juga tentang proses pembentukan karakter dan mental juara sejak usia dini,” ungkap Zidan.


Keberhasilan Kampar Junior FA pada ajang KONI Provinsi Riau ini diharapkan dapat semakin mengharumkan nama Kabupaten Kampar di kancah sepak bola usia dini, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah sepak bola dan akademi lainnya untuk terus berprestasi serta mencetak generasi pesepak bola unggulan di masa depan.

Berhasil gagalkan penyelundupan narkoba, petugas Lapas Kelas IIA Bangkinang terima penghargaan.

 

BANGKINANG, Kilas Balik - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, memberikan penghargaan kepada pegawai yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas. Penghargaan tersebut diserahkan saat apel pagi pegawai pada Senin (09/02/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kewaspadaan dan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas pengamanan.


Upaya penggagalan penyelundupan narkoba tersebut terjadi pada Jum’at (06/02/2026) lalu. Berkat kejelian dan ketelitian petugas, barang terlarang berhasil dicegah masuk ke lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang, sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga.


Pegawai yang menerima penghargaan yakni Komandan Regu jaga Charlie, Ferry Tambunan. Pegawai tersebut dinilai sigap, disiplin, serta memiliki integritas tinggi dalam melaksanakan tugas, khususnya pada aspek pengawasan dan pemeriksaan.


Dalam amanatnya, Kalapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi pegawai yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kesiapsiagaan petugas dalam menjaga Lapas dari ancaman peredaran narkoba.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi saya atas kinerja, loyalitas, dan integritas pegawai yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Alexander.


Ia juga menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran dalam setiap pelaksanaan tugas, terutama pada proses pengawasan dan ketelitian, agar tidak memberi celah sedikit pun terhadap upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.


“Keamanan Lapas adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh pegawai harus tetap waspada, disiplin, dan konsisten dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan,” tegasnya.


Sementara itu, Petugas penerima penghargaan, Ferry Tambunan, mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan pimpinan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh petugas.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga Lapas Kelas IIA Bangkinang tetap aman dan bersih dari narkoba,” ungkapnya.


Melalui pemberian penghargaan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba, sebagai wujud nyata penguatan keamanan serta integritas petugas pemasyarakatan.

Minggu, 08 Februari 2026

"Wajah" Institusi di Era Digital, Kalapas Pacu Tim Humas Ciptakan Konten Kreatif dan Informatif

 


Bandar Lampung, Kilas Balik – Di era keterbukaan informasi, peran Hubungan Masyarakat (Humas) menjadi sangat vital sebagai etalase kinerja pemerintah. Menyadari hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, bergerak cepat mengumpulkan tim Humas usai pelaksanaan apel pagi, Senin (09/02).


Bertempat di lapangan apel, Kalapas memberikan penguatan khusus kepada tim yang menjadi "ujung tombak" pencitraan positif instansi ini. Dalam arahannya, Ike Rahmawati didampingi oleh Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kabid Adm. Kamtib), Dat Menda.


Kalapas menekankan bahwa Humas tidak hanya sekadar memotret kegiatan, melainkan harus mampu mengemas informasi menjadi konten yang interaktif dan informatif.


"Humas adalah wajah kita di mata masyarakat. Saya minta tim ini terus berinovasi. Jangan kaku, buatlah konten yang menarik, edukatif, dan bisa berinteraksi dengan publik. Tunjukkan sisi humanis dan kinerja nyata pemasyarakatan agar masyarakat paham bahwa Lapas adalah tempat pembinaan yang produktif," tegas Kalapas.


Sementara itu, Kabid Adm. Kamtib, Dat Menda, selaku koordinator Humas turut menambahkan pentingnya sinergi antara keterbukaan informasi dengan prinsip keamanan. Ia mendorong tim Humas untuk peka terhadap isu dan sigap dalam memberikan informasi yang akurat guna menangkal berita negatif (hoaks).


Penguatan ini diharapkan menjadi suntikan semangat baru bagi Tim Humas Lapas Kelas I Bandar Lampung untuk semakin aktif memproduksi konten-konten kreatif yang membangun kepercayaan publik.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #HumasLapas #HumasKreatif #CitraPositif #KontenInteraktif #EraDigital #BandarLampung

Sabtu, 07 Februari 2026

APDESI MERAH PUTIH: Pemerintah Desa Harus Jadi Pembina Peradaban Masyarakat


Jakarta, kilasbalik--- Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) MERAH PUTIH mengajak pemerintah desa untuk mengambil peran baru dalam membangun masyarakat. Menurut Ketua Umum DPP APDESI MERAH PUTIH, A. Anwar Sadat, S.H., pemerintah desa tidak hanya berfungsi sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga sebagai pembina peradaban masyarakat. Sabtu (7/02/2026).


"Desa harus menjadi ruang pendidikan karakter. Dana Desa harus dipandang sebagai investasi masa depan," ujar Anwar Sadat dalam RAKERNAS APDESI MERAH PUTIH.


Anwar Sadat menekankan bahwa pemerintah desa memiliki posisi yang sangat strategis karena dekat dengan rakyat. Kepala desa dapat mengenal langsung warganya, tahu kondisi keluarganya, dan tahu mimpi mereka. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan jalan, talud, dan kantor desa.


"Infrastruktur penting, tetapi karakter manusia jauh lebih penting," tambah Anwar Sadat.


Saat ini, Indonesia sedang menuju tahun 2045, satu abad kemerdekaan. Banyak yang menyebutnya Indonesia Emas. Namun, Anwar Sadat menekankan bahwa Indonesia Emas tidak akan lahir dari kota semata, tetapi dari desa. Lebih dari 70 ribu desa menjadi tempat tumbuhnya anak-anak bangsa yang merupakan masa depan negara.


"Kita menghadapi persoalan yang lebih serius: rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga hilangnya arah dan harapan hidup pada sebagian generasi muda," kata Anwar Sadat. Jika ini dibiarkan, bonus demografi yang kita banggakan justru bisa berubah menjadi beban demografi.


Oleh karena itu, APDESI MERAH PUTIH mengajak pemerintah desa untuk menguatkan gerakan bersama: Desa Mendidik. Desa yang melindungi anak, menguatkan keluarga, menggerakkan literasi, dan membuka ruang kreativitas pemuda. 


Dana Desa dapat diarahkan pada pendidikan nonformal, rumah baca, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan keluarga, pencegahan stunting, dan pengembangan ekonomi produktif generasi muda melalui KOPDES MERAH PUTIH dan BUMDes.


"Jika desa berhasil menyiapkan generasi unggul, maka Indonesia tidak perlu takut menghadapi masa depan. Sebab masa depan bangsa sesungguhnya sedang tumbuh di desa-desa," ujar Anwar Sadat.


Dengan demikian, APDESI MERAH PUTIH berharap pemerintah desa dapat menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa dan menyiapkan generasi emas desa yang unggul dan berkarakter.


Membangun desa bukan hanya membangun wilayah, tetapi juga membangun manusia. Dan ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa yang besar.


Sumber: DPP AKPERSI Pusat


(AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)


Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done