KILAS BALIK

Kamis, 23 April 2026

Demo Terkait Isu Narkoba di Panipahan Sempat Memanas, Tokoh Masyarakat Ajak Warga Tetap Tenang dan Percayakan kepada aparat Kepolisian.


Panipahan, kilasbalik – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah warga terkait isu peredaran narkoba di wilayah Panipahan sempat berlangsung ricuh beberapa waktu yang lalu. Ketegangan terjadi akibat meningkatnya emosi massa yang menuntut penanganan tegas terhadap dugaan kasus narkoba yang meresahkan masyarakat.


Dalam situasi tersebut, aparat keamanan bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan agar tidak semakin meluas. Upaya pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis guna meredam potensi konflik yang lebih besar.


Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat turut angkat bicara menyikapi kejadian ini. Mereka mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.


“Kami memahami keresahan masyarakat, namun penting bagi kita semua untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Serahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu tokoh adat Panipahan.


Senada dengan itu, tokoh masyarakat juga menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah demi mencegah dampak yang lebih luas, baik secara sosial maupun ekonomi. Ia mengajak warga untuk mengedepankan dialog dan tidak bertindak anarkis dalam menyampaikan aspirasi.


Pihak kepolisian sendiri memastikan bahwa laporan dan aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional. Proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap dugaan peredaran narkoba terus berjalan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan di luar hukum. Percayakan kepada kami untuk menangani kasus ini secara transparan dan sesuai prosedur,” ujar perwakilan aparat kepolisian.


Dengan adanya imbauan dari para tokoh dan langkah cepat aparat, situasi di Panipahan saat ini berangsur kondusif. Diharapkan seluruh pihak dapat terus bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.






Redaksi 

Pemusnahan Rokok Ilegal Senilai Ekonomis Tinggi, Kejati Riau Tegaskan Komitmen Hukum



Pekanbaru, kilasbalik- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memusnahkan sebanyak 22.298.200 batang rokok ilegal yang merupakan barang rampasan negara dalam perkara atas nama terpidana Sufriono dan Zaini. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejati (Kajati) Riau, Sutikno, sebagai bentuk pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.


Pemusnahan dilakukan di halaman Unit Pengelolaan Komposting Hutan Kota Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru melalui Bidang Pemulihan Aset Kejati Riau, bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir, Pengadilan Tinggi, serta Kantor Wilayah Bea Cukai Riau.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Dwijo Muryono, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, para asisten di lingkungan Kejati Riau, serta sejumlah undangan lainnya.


Barang kena cukai (BKC) yang dimusnahkan berupa rokok jenis tembakau dan Sigaret Putih Mesin (SPM) tanpa pita cukai yang sah. Rinciannya, sebanyak 17.737.200 batang merek Luffman Merah, 3.023.400 batang merek Manchester Royal, dan 1.537.600 batang merek Marshal Full Flavor.


Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan cara dirusak dan dicacah menggunakan alat pengurai hingga tidak dapat digunakan kembali, sehingga nilai ekonomisnya hilang sepenuhnya.


Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen penegakan hukum serta upaya menjaga kepentingan negara.


"Pemusnahan ini merupakan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah inkracht. Selain sebagai bentuk kepastian hukum, langkah ini juga bertujuan mencegah kerugian negara dari sektor cukai dan menjaga stabilitas ekonomi," ujar Zikrullah.


Ia menambahkan, peredaran rokok ilegal berdampak luas, tidak hanya terhadap penerimaan negara, tetapi juga terhadap iklim usaha.


"Rokok ilegal dijual tanpa pita cukai sehingga harganya lebih murah. Kondisi ini merugikan pelaku usaha yang taat aturan dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat," jelasnya.


Selain itu, aspek kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Rokok ilegal dinilai tidak memiliki standar produksi yang jelas sehingga berpotensi membahayakan konsumen.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli maupun mengedarkan rokok ilegal. Dukungan terhadap kampanye ‘Gempur Rokok Ilegal’ sangat penting guna melindungi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara," pungkas Zikrullah.


Perkara ini bermula dari rencana pengangkutan rokok ilegal yang dikomunikasikan oleh LA Suriono alias Joker kepada Zaini pada akhir Juni 2025. Selanjutnya, pada 2 Juli 2025, Sufriono bersama Zaini dan pihak lainnya bergerak menggunakan dua unit High Speed Craft (HSC) menuju perairan Outer Port Limit (OPL) dekat Malaysia.


Di lokasi tersebut, rokok ilegal dipindahkan dari kapal tanker ke HSC, lalu dibawa ke Landing Spot Sungai Rokan, Pulau Perdamaran, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.

Pada 3 Juli 2025 dini hari, barang tersebut dibongkar dan dimuat ke sejumlah truk. Namun, pada 4 Juli 2025 sekitar pukul 03.10 WIB, Tim Operasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penindakan.


Dari operasi tersebut diamankan dua unit HSC, lima unit truk, tiga unit mobil pribadi, serta total 22.298.200 batang rokok ilegal tanpa pita cukai.


Dalam perkara ini, Sufriono dan Zaini dijatuhi pidana penjara masing-masing selama 3,5 tahun penjara serta denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan subsidair 60 hari kurungan.




Sri Imelda 

Laka Lantas Ganda di Tol Permai, Dua Orang Meninggal Dunia, PJR Riau Bertindak Cepat


Pekanbaru, kilasbalik – Kecelakaan lalu lintas ganda dengan kategori berat terjadi di ruas Jalan Tol Permai KM 03/200 B pada Kamis dini hari (23/04/2026) sekitar pukul 03.45 WIB. Insiden tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Calya BM 1773 OT dan satu unit truk Mitsubishi BM 9756 RE.


Berdasarkan laporan awal di tempat kejadian perkara (TPTKP), kecelakaan diduga disebabkan oleh faktor kelelahan atau mengantuk dari pengemudi kendaraan. Peristiwa nahas ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.


Identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Mustika Hadi (38), seorang pekerja swasta yang berdomisili di wilayah Tapung, Kabupaten Kampar, selaku pengemudi Toyota Calya. Sementara satu korban lainnya merupakan penumpang kendaraan tersebut yang hingga saat ini masih dalam proses pendataan.


Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi diketahui bernama Kris Mulyo (28), warga Bukit Kapur, Dumai. Dalam kejadian tersebut, truk sempat melaju ke depan setelah benturan sebelum akhirnya berhenti di bahu jalan. Pengemudi truk kemudian turun untuk memastikan kondisi kendaraan dan korban.


Kronologi kejadian bermula saat mobil Toyota Calya datang dari arah Dumai menuju Pekanbaru. Setibanya di KM 03/200 B, kendaraan tersebut mengalami tabrakan dengan truk Mitsubishi yang berada di jalur yang sama. Akibat benturan keras, pengemudi dan penumpang mobil Calya meninggal dunia di lokasi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satuan PJR Ditlantas Polda Riau yang sedang bertugas di Tol Permai, dipimpin oleh Panit Regu 1 Ipda Al Jamil bersama anggota Aiptu Edi Jimmi, Aipda Andri Mulayadi, Brigadir Riski Aprianda, serta petugas HK, segera bergerak cepat menuju lokasi.


Setibanya di TKP, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melaksanakan TPTKP dengan sigap, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Korban kemudian dievakuasi ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut.


Seluruh rangkaian penanganan kejadian berlangsung dengan aman dan lancar. Selanjutnya, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut telah diserahkan kepada Unit Laka Satlantas Polres Siak untuk proses penyelidikan lebih lanjut.


Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan serta tim HK yang dinilai sigap dan responsif dalam memberikan penanganan di lokasi kejadian.


“Kami mengapresiasi kinerja personel di lapangan yang dengan cepat merespons kejadian ini, melaksanakan TPTKP dengan sigap, serta menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, turut menyampaikan himbauan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya Kamseltibcarlantas. Ia menegaskan bahwa faktor kelelahan dan mengantuk masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalan tol pada waktu dini hari.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan dengan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera manfaatkan rest area untuk beristirahat. Keselamatan adalah yang utama, patuhi aturan lalu lintas demi mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif,” tegasnya.


Dirlantas juga menambahkan bahwa kesadaran dan disiplin berlalu lintas merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya.


Pihak kepolisian kembali mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri saat berkendara dalam kondisi tidak prima, demi keselamatan bersama.




Mirza halawa 

RUMAH ZAKAT SALURKAN BANTUAN PANGAN UNTUK ANAK PANTI ASUHAN AIR DINGIN RIMBO PANJANG



Kampar, kilasbalik— Komitmen dalam menghadirkan kebahagiaan dan kebermanfaatan bagi sesama terus diwujudkan oleh Rumah Zakat melalui aksi nyata di lapangan. Pada hari Rabu, 22 April 2026, Rumah Zakat menyalurkan bantuan pangan berupa paket sembako kepada anak-anak di Panti Asuhan Air Dingin, yang berlokasi di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.


Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Program Leader Rumah Zakat bersama para relawan yang turut hadir dengan penuh semangat dan kepedulian. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan harian anak-anak panti serta meringankan beban operasional lembaga dalam memenuhi kebutuhan dasar para asuhannya.


Dalam proses penyaluran, bantuan diserahkan secara langsung kepada pimpinan panti, Buya Rudi. Beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian serta kepedulian para donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui Rumah Zakat.


“Kami sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur atas bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi anak-anak kami dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan yang berlipat,” ungkap Buya Rudi.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial yang tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak panti. Kehadiran relawan turut memberikan energi positif, mempererat ukhuwah, serta menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani kehidupan.


Rumah Zakat terus berkomitmen untuk menyalurkan amanah dari para donatur secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Melalui program-program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaatnya.


Dukungan dari para donatur menjadi kunci utama keberlangsungan program ini. Oleh karena itu, Rumah Zakat mengajak masyarakat luas untuk terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan, berbagi kebahagiaan, dan menebar manfaat bagi sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.





Sri Imelda 

Rabu, 22 April 2026

‎“Tiga Simpul Jadi Satu, Siak Tancap Gas: Galangan Raksasa Picu Revolusi Ekonomi Riau”


SIAK, investigasitop – Bupati Siak, Dr. Afni Z, menegaskan bahwa pembangunan galangan kapal terpadu di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) bukan sekadar realisasi investasi, melainkan bagian dari strategi besar membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kokoh dan terarah. Ia menyebut, langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Riau tentang penguatan ekonomi melalui konsep “tiga simpul menjadi satu” yang kini mulai diterjemahkan secara konkret di lapangan.

‎Menurut Afni, selama ini potensi besar yang dimiliki KITB belum terkelola secara optimal karena masing-masing komponen berjalan sendiri-sendiri. Kawasan industri ada, pelabuhan ada, infrastruktur tersedia, namun belum terhubung dalam satu sistem yang saling menguatkan. Kondisi itulah yang membuat kawasan ini sempat “tertidur”, meski memiliki perangkat hukum dan perencanaan yang lengkap.

‎Kini, melalui masuknya investasi PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS), Afni melihat momentum kebangkitan itu mulai terbentuk. Ia menjelaskan bahwa galangan kapal yang tengah dibangun akan menjadi simpul industri yang memproduksi dan memberikan layanan perbaikan kapal dalam skala besar.

Sementara itu, pelabuhan yang tengah diperjuangkan untuk kembali dikelola oleh daerah akan menjadi simpul logistik yang menggerakkan arus barang dan jasa. Di sisi lain, pembangunan akses jalan dan infrastruktur pendukung menjadi simpul konektivitas yang memastikan seluruh aktivitas berjalan tanpa hambatan.

‎Afni menilai, ketika ketiga simpul ini benar-benar terintegrasi, maka dampaknya akan langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia optimistis, perputaran ekonomi dari aktivitas industri, distribusi logistik, hingga serapan tenaga kerja akan menciptakan efek berganda yang signifikan bagi masyarakat.

‎“Ini bukan hanya soal membangun galangan kapal, tapi membangun ekosistem ekonomi. Industri harus hidup, pelabuhan harus bergerak, konektivitas harus lancar. Kalau tiga ini menyatu, maka ekonomi akan tumbuh dan PAD akan meningkat. Ini yang kita kejar,” tegas Afni.

‎Ia juga menekankan bahwa keberhasilan konsep ini tidak hanya bergantung pada investasi yang masuk, tetapi juga pada keseriusan pemerintah dalam melakukan pembenahan tata kelola. Afni kembali mengingatkan pentingnya percepatan perizinan, kepastian hukum, serta komitmen untuk membersihkan praktik-praktik yang selama ini menjadi penghambat investasi, termasuk pungutan liar.

‎Dalam konteks ini, Afni menegaskan bahwa kehadiran PT MNS harus menjadi contoh bagi tenant lain yang telah menguasai lahan di KITB namun belum menunjukkan realisasi pembangunan. Ia meminta jajaran pengelola kawasan untuk mengevaluasi kepemilikan SHGB dan memastikan bahwa setiap lahan yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai komitmen investasi.

‎Lebih jauh, Afni juga mengaitkan pengembangan KITB dengan upaya strategis mengembalikan pengelolaan pelabuhan kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah. Menurutnya, jika pelabuhan kembali dikelola oleh daerah dan terintegrasi dengan kawasan industri, maka Siak akan memiliki kendali lebih besar dalam mengatur arus logistik sekaligus meningkatkan potensi pendapatan daerah.

‎Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk menjaga semangat kolaborasi dalam membangun KITB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Riau. Afni menilai, langkah awal yang ditandai dengan pembangunan galangan kapal ini harus dijaga konsistensinya agar tidak kembali terjebak dalam pola lama yang penuh rencana namun minim realisasi.

‎Dengan arah kebijakan yang kini mulai terfokus dan dukungan investasi yang nyata, Afni optimistis KITB akan bertransformasi dari kawasan yang sempat stagnan menjadi pusat aktivitas industri yang hidup, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian fiskal daerah.





Redaksi 

‎Solid Tanpa Oposisi, Rahul Resmi Pimpin Karang Taruna Riau 2026–2031 ‎


Pekanbaru, kilasbalik - Pemilihan kepemimpinan baru Karang Taruna Provinsi Riau periode 2026–2031 menandai babak penting dalam arah gerak organisasi kepemudaan di daerah. Muhammad Rahul resmi terpilih sebagai ketua dalam Temu Karya yang digelar di Hotel Aryaduta Pekanbaru pada Selasa (21/4/2026).

‎Rahul terpilih secara aklamasi setelah mengantongi dukungan penuh dari 12 Karang Taruna kabupaten/kota se-Riau. Proses ini tidak hanya menunjukkan soliditas internal organisasi, tetapi juga menjadi indikator kuat adanya konsensus kolektif terhadap figur yang dinilai mampu memimpin dan menggerakkan agenda kepemudaan secara lebih terarah dan terukur.

‎Dukungan terhadap kepemimpinan baru ini langsung mengalir dari berbagai kalangan. Anggota DPRD Pelalawan dari Partai Gerindra, Yusri, menegaskan bahwa mandat yang diterima Muhammad Rahul bukan sekadar simbolik, melainkan tanggung jawab strategis yang harus diwujudkan melalui program konkret.

‎“Selamat kepada Pak Muhammad Rahul atas amanah yang diberikan. Ini adalah kepercayaan besar yang harus dijawab dengan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Aulia Ur Rahman yang menekankan pentingnya transformasi Karang Taruna menjadi organisasi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Ia menilai, di tengah meningkatnya persoalan sosial dan ekonomi, peran Karang Taruna tidak boleh lagi sebatas seremonial.

‎“Karang Taruna harus tampil progresif dan inovatif. Organisasi ini dituntut mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus hadir sebagai solusi nyata dalam mengatasi pengangguran pemuda dan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

‎Dari kalangan pemuda, Sudiharno turut memberikan penekanan pada aspek kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan Rahul akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi yang kuat antara Karang Taruna, DPRD, pemerintah daerah, hingga jaringan masyarakat di tingkat bawah.

‎“Program kepemudaan tidak boleh berhenti di level wacana. Harus ada implementasi yang nyata hingga ke desa dan kelurahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

‎Temu Karya Karang Taruna Provinsi Riau sendiri berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kebersamaan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penegasan arah baru organisasi untuk lima tahun ke depan.

‎Dengan legitimasi kuat melalui aklamasi, kepemimpinan Muhammad Rahul kini dihadapkan pada tantangan besar: memastikan Karang Taruna tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga berfungsi efektif sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi berbasis kepemudaan di Provinsi Riau.




Redaksi 

Rumah Zakat Riau dan BASARNAS Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana Melalui Simulasi Evakuasi Gedung


PEKANBARU, kilasbalik– Representatif Manager Rumah Zakat Riau, Ridu Wanto, menghadiri Penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi Korban yang digelar BASARNAS Provinsi Riau bersama BPBD dan DPKP Kampar. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, serta Plt. Asisten I Setda Kampar, Tengku Said Hidayat ini, bertujuan menyamakan persepsi dan prosedur penyelamatan jiwa dalam situasi darurat kebakaran di gedung bertingkat.


Dalam simulasi evakuasi jalur luar tersebut, Rumah Zakat menerjunkan armada Ambulance Tanggap Bencana untuk mempraktikkan penanganan medis korban secara cepat dan tepat. Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengapresiasi kolaborasi ini dan menekankan bahwa latihan bersama sangat penting untuk memperkuat sinergi serta mengasah keterampilan teknis relawan. Ke depan, Rumah Zakat dan BASARNAS berkomitmen melanjutkan kerja sama dalam penyediaan alat pendukung tanggap bencana yang lebih mumpuni.


Menutup kegiatan, Budi Cahyadi turut mengajak masyarakat untuk menguatkan solidaritas kemanusiaan melalui sektor filantropi. Beliau mengimbau masyarakat untuk tidak ragu membayar zakat, sedekah, maupun donasi guna membantu para korban bencana yang membutuhkan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mengokohkan kesiapsiagaan Provinsi Riau dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.





Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done