KILAS BALIK

Sabtu, 21 Februari 2026

Geliat Ekonomi di Pasar Lama: Saat Bupati Anton Nyebur ke Kerumunan Berburu Takjil


Rohul, kilasbalik– Aroma harum masakan khas Melayu menyeruak di antara hilir mudik warga di kawasan Pasar Lama, Kelurahan Pasir Pengaraian. Jumat sore (20/2/2026), suasana hari kedua Ramadan 1447 H di Kecamatan Rambah terasa lebih istimewa. Riuh rendah tawar-menawar antara pedagang dan pembeli mendadak berubah menjadi sorak bahagia saat sosok yang tak asing muncul di tengah kerumunan.


Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, hadir dengan senyum khasnya untuk meresmikan secara langsung Pasar Ramadan Pasir Pengaraian. Namun, ini bukan sekadar seremoni potong pita formal. Sejak kaki melangkah di lokasi, suasana hangat langsung tercipta.


Sebelum tiba di pusat keramaian Pasar Lama, Bupati Anton mengawali kegiatannya dengan aksi nyata yang menyentuh nadi ekonomi kerakyatan. Beliau membagikan tenda-tenda UMKM di seputaran Pematang Baih, Desa Pematang Berangan. Langkah ini seolah mempertegas bahwa komitmennya memajukan UMKM bukanlah jargon kampanye belaka, melainkan nafas kepemimpinannya.


Didampingi Asisten 2 Drs. Yusmar, M.Si, Kadis Pariwisata Helfiskar, serta jajaran pimpinan kecamatan dan kelurahan, Bupati menyaksikan sendiri bagaimana roda ekonomi masyarakat kecil mulai berputar kencang di bulan suci ini.


"Melihat senyum para pedagang adalah energi bagi kami. Pengembangan UMKM adalah visi yang akan terus kami kawal hingga tuntas," ujar sang Bupati di sela-sela kegiatannya.


Usai meresmikan pasar, Orang Nomor Satu di Negeri Seribu Suluk ini tidak langsung beranjak pulang. Ia memilih nyebur ke lapak-lapak pedagang. Dengan antusias, Anton meninjau satu per satu dagangan warga, menyapa para pelaku UMKM, dan tak lupa memborong berbagai menu berbuka puasa.


Aksi memborong dagangan ini sontak membuat para pedagang sumringah. Kehadirannya disambut penuh rasa bangga dan bahagia oleh pengunjung. Bagi warga, melihat pemimpinnya hadir di tengah pasar tradisional adalah bentuk kepedulian yang nyata.


Sebagai pemimpin yang dikenal sangat peduli pada nasib pedagang kecil, Anton, ST, MM berharap Pasar Ramadan menjadi stimulan ekonomi: Beliau ingin momentum Ramadan ini menjadi batu loncatan bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan secara signifikan setelah melewati masa-masa sulit.


Beliau juga berpesan agar para pedagang tetap memperhatikan kualitas rasa dan kebersihan makanan agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.


Keberlanjutan UMKM: Besar harapannya agar geliat ekonomi ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadan, tetapi terus bertumbuh menjadi pilar ekonomi mandiri bagi keluarga di Rokan Hulu.


Sore itu, Pasar Lama bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan simbol sinergi antara kebijakan pemerintah dan semangat juang rakyat kecil di bawah payung keberkahan Ramadan. (Kominfo).




Redaksi 

Kapolres Pelalawan melaksanaan penanaman Pohon / Green Policing di lokasi Gereja HKBP Maduma


Pangkalan Kerinci, Riau, kilasbalik - Gereja HKBP Maduma bersama Polres Pelalawan dan masyarakat sekitar melaksanakan penanaman pohon di lahan HKBP Maduma Jl. Koridor KM 2 Pangkalan Kerinci pada Sabtu (21/2/2026). Acara ini merupakan bagian dari program Green Policing yang digagas oleh Polda Riau.


Hadir dalam acara ini, Pdt. BUDIANTO SIANTURI, S.P.A.K, selaku Pimpinan Gereja HKBP Maduma, Kapolres Pelalawan AKBP JOHN LOUIS LETEDARA, S.I.K, Kasat Samapta AKP OSBEN SAMOSIR, SH, Kasi Hukum Polres Pelalawan AKP LISTON SIHOMBING, S.H , Ibu LUSI YEMIMA SIHITE, dari Kantor Kemenag Kab. Pelalawan, Parhalado/pengurus dan jemaat Gereja HKBP Maduma Pangkalan Kerinci, Bapak JHONSON SIAHAAN, Bapak MANURUNG, Bapak HUTAHURUK, Bapak BUTAR-BUTAR, serta Personil POUK Polres Pelalawan.


Acara diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, Ibu LUSI YEMIMA SIHITE, memimpin doa pembukaan.


Pdt. BUDIANTO SIANTURI, S.P.A.K dalam sambutannya dan menyatakan bahwa "penanaman pohon ini merupakan wujud komitmen Gereja HKBP Maduma untuk menjaga lingkungan hidup. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan," ujarnya.


Kapolres Pelalawan, AKBP JOHN LOUIS LETEDARA, S.I.K, juga memberikan kata sambutan dan menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup. "Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup. Kami juga mendoakan agar pembangunan Gereja HKBP Maduma dapat berjalan lancar dan menjadi berkat bagi masyarakat sekitar," katanya.


Ibu LUSI YEMIMA SIHITE, dari Kantor Kemenag Kab. Pelalawan, juga memberikan sambutan dan doa pembukaan dalam acara ini. "Kami berharap kegiatan ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.


Setelah itu, dilakukan penyerahan simbolis bibit pohon kepada pimpinan Gereja HKBP Maduma, perwakilan Kantor Kemenag Kab. Pelalawan, dan masyarakat sekitar dan acara dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Kapolres Pelalawan, Pimpinan Gereja HKBP Maduma, dan masyarakat sekitar.


Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa penutup oleh Ibu Pendeta Gereja HKBP MADUMA Pdt. DONNA K. SINAGA, "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk menjaga lingkungan hidup," katanya.


Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan terkendali, dan Polres Pelalawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.




Sri Imelda 

Jumat, 20 Februari 2026

Danrem 031/WB Kunjungi Kantor Klasis GBKP Riau-Sumbar, Perkuat Sinergi TNI dan Tokoh Agama


PEKANBARU, kilasbalik Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Klasis Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Riau-Sumbar, Jumat (20/2/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara TNI dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Provinsi Riau.


Danrem beserta rombongan disambut langsung oleh Ketua Klasis GBKP Riau-Sumbar, Pdt. Soni Petrus Sembiring, S.Th., M.Div., bersama jajaran pengurus klasis dan perwakilan runggun se-Klasis Riau-Sumbar. Turut hadir Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031/WB beserta jajaran.


Dalam sambutannya, Agustatius Sitepu menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan gereja merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah.


“Kami berharap sinergi antara TNI dan gereja terus terjalin erat. Peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat moral masyarakat, serta mendukung tugas-tugas TNI di wilayah,” ujarnya.


Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara aparat dan tokoh agama dapat menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara persuasif dan humanis.


Sementara itu, Pdt. Soni Petrus Sembiring menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 031/WB. Ia menegaskan komitmen GBKP untuk terus mendukung upaya menjaga keamanan dan kedamaian di Riau.


Sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa, Ketua Klasis menyerahkan Manuk (Ayam) Sankep Geluh kepada Danrem 031/WB. Pemberian tersebut merupakan simbol doa dan harapan agar Danrem senantiasa diberikan kekuatan serta kelancaran dalam mengemban tugas.


Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi demi terciptanya keamanan dan kedamaian di Provinsi Riau.





Redaksi Sri Imelda 

Seorang Ibu Tua Cari Keadilan Hukum Atas Tuduhan Percabulan kepada Suaminya Tanpa Bukti Kuat Hingga jadi Tersangka

 

Bekasi Kota, Kilas Balik - Adesmaria Limbong seorang Ibu tua berusaha mencari keadilan hukum atas laporan Yakup Sinaga atas tuduhan percabulan kepada suaminya Ramses Sinurat terhadap seorang anaknya perempuan, dan tanpa di dasari bukti yang kuat oleh penyidik Polres Metro Bekasi mentersangkakan suami saya.


"Saya mengetahui suami saya tidak akan mungkin melakukan cabul apalagi sudah berumur 78 tahun," tangisnya, Jumat (27/02/2026).


Saat di tanya kondisi suaminya RS (78), Adesmaria Limbong langsung menangis.


"Polisi sudah menangkap suami saya, tega menjemput paksa dalam kondisi sakit dari rumah kami pada hari Sabtu tgl 14 Pebruari 2026, di perlakukan seperti pembunuh, perampok dan saat itu pula, langsung di masukkan ke mobil oleh polisi dengan alasan mangkir pada saat pemanggilan pertama dan ke dua dan harus di bawah ke Polres guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut, padahal suami saya dalam kondisi sakit," ungkap Adesmaria Limbong.


Saya tidak habis pikir bagaimana hati polisi pada saat itu, karena mereka ngotot untuk membawa ke polres.


"Saat itu pula saya telepon anak saya Liffron yang saat itu berada di Bandung, dan dengan berat hati dan tangis, dan kamipun menyerahkan apa maunya polisi," ucapnya lagi.


Dalam keterangan anaknya Liffron Sinurat kepada Media, Penyidik Polres Metro Bekasi mengantarkan bapaknya ke RS POLRI Keramat Jati Jakarta Timur, karena kondisi kesehatannya menurun.


"Bapak saya mengidap penyakit prostat dan lambung, penyakit yang di derita bapak kami sudah lebih dari 15 Tahun, kami anaknya telah beberapa kali minta ke dokter untuk di operasi, namun dokter menyarankan untuk tidak melakukan tindakan operasi, karena sudah tua dan rentan gagal operasi bahkan berujung meninggal," ungkap Liffron.


Kami hanya ingin keadilan hukum di negara yang saya cintai ini, mohon pertimbangan hukum oleh semua Aparat Penegak Hukum.


"Bapak saya sakitnya sudah menahun, tidak mungkin bapak saya melakukan cabul, saya sudah bertanya hingga ratusan kali kepada bapak saya, dan mengatakan tidak pernah melakukan yang dituduhkan Yakup Sinaga orangtua korban," paparnya.


Jadi semua yang di tuduhkan Yakup Sinaga dan atas laporannya itu, kemudian polisi menjadikan tersangka bapak saya dan jatuh di pesakitan hukum.


"Saya katakan dan saya yakini semua tuduhan itu tidak benar dan itu fitnah. Kami akan berjuang melawan ke zoliman dan hinaan sampai di Pengadilan," tegas Liffron lagi.


Red

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu S.Sos.,M.Si., M.Han, Berharap Dukungan Gereja GBKP dalam Penyelesaian Permasalahan Di Kawasan Taman NasionalTesso Nilo(TNTN)


PEKANBARU, kilasbalik Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., mengharapkan dukungan tokoh agama Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan.


Harapan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Danrem ke Kantor Klasis GBKP Riau-Sumbar, Jumat (20/2/2026). Kunjungan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban antara jajaran TNI dan para tokoh gereja.


Dalam sambutannya, Danrem menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian wilayah, khususnya di Provinsi Riau. Menurutnya, pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam mendukung penyelesaian persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk di kawasan TNTN.


“Kami berharap sinergi antara TNI dan tokoh agama terus terjalin dengan baik, termasuk dalam membantu penyelesaian persoalan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Dukungan moral dan peran aktif tokoh agama sangat penting dalam menjaga situasi wilayah tetap kondusif,” ujar Agustatius Sitepu.


Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga kelestarian kawasan TNTN sekaligus memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terpelihara.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031/WB Ester Rehulina Sembiring, Ketua Klasis GBKP Riau-Sumbar Pdt. Soni Petrus Sembiring, S.Th., M.Div., beserta jajaran pengurus klasis dan perwakilan runggun se-Klasis Riau-Sumbar.


Sementara itu, Pdt. Soni Petrus Sembiring menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 031/WB beserta rombongan. Ia menegaskan bahwa GBKP siap mendukung tugas-tugas TNI dalam menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan damai.


Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan tokoh agama merupakan bagian penting dalam memperkuat persatuan serta menciptakan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Riau.


Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Provinsi Riau.





Redaksi: Sri Imelda 

Lapas Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan, Sukses Tetaskan 200 Ekor Anak Ayam Secara Mandiri

 


BENGKALIS, Kilas Balik – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil melakukan penetasan telur ayam secara mandiri melalui Bimbingan Kemandirian Peternakan pada Sabtu (21/02), sebagai langkah nyata mendukung program Asta Cita Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional. Kegiatan produktif yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terampil ini dilakukan di area asimilasi Lapas Bengkalis dengan menggunakan mesin inkubator teknologi tepat guna, guna memastikan ketersediaan protein hewani internal sekaligus membekali warga binaan dengan keahlian hard skill peternakan sebelum kembali ke masyarakat.


Inisiatif ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa transformasi fungsi Lapas kini telah bergeser menjadi pusat produksi yang kontributif bagi negara. "Program penetasan telur mandiri ini adalah bukti nyata ketahanan pangan di tingkat institusi. Kami tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memastikan Lapas Bengkalis turut memproduksi sumber pangan sendiri sesuai arahan Bapak Presiden dalam Asta Cita," tegas Priyo.


Hingga saat ini, siklus penetasan di Pembinaan Kemandirian Peternakan Lapas Bengkalis telah mampu menghasilkan setidaknya 200 ekor anak ayam per siklus. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan kandang internal, hasil produksi ini memiliki potensi besar untuk didistribusikan ke pasar lokal maupun mitra binaan di wilayah Kabupaten Bengkalis.


Dengan keberhasilan ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis membuktikan bahwa di balik tembok hunian, terdapat produktivitas yang berdampak besar bagi ketahanan pangan daerah dan transformasi pemasyarakatan yang lebih bermartabat.


Keberhasilan ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh Warga Binaan untuk terus berinovasi dan mengasah potensi diri di bidang agribisnis. Melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk mencetak lulusan pembinaan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat setelah masa pidananya berakhir. Dengan sinergi antara teknologi inkubasi dan semangat kerja yang tinggi, program peternakan ini diproyeksikan akan terus berkembang dan berkelanjutan.


#humaslapasbengkalis

Disnakertrans Riau Pasang Deadline Keras: Telat Bayar THR, Siap-Siap Ditegur dan Ditindak!


Pekanbaru, kilasbalik Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau resmi membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerja menerima haknya secara penuh dan tepat waktu.


Kepala Disnakertrans Riau, Roni Rakhmat, mengatakan pembukaan posko pengaduan THR dimulai hari ini dan akan beroperasi selama periode menjelang lebaran. Hal itu disampaikannya di Gedung Pauh Janggi, Pekanbaru, Jumat (20/02/2026).


“Hari ini sudah dimulai buka posko pengaduan THR. Sesuai arahan Menteri Tenaga Kerja, pembayaran THR paling lambat tanggal 8 Maret,” ujarnya.


Ia menjelaskan, batas akhir pembayaran THR tersebut merujuk pada instruksi pemerintah pusat agar seluruh perusahaan memenuhi kewajibannya sebelum hari raya. Dengan kepastian pembayaran tepat waktu, para pekerja diharapkan dapat mempersiapkan kebutuhan Idulfitri dengan lebih tenang.


Menurutnya, keberadaan posko ini bertujuan untuk menampung laporan pekerja yang belum menerima THR sesuai ketentuan. Selain itu, posko juga menjadi sarana konsultasi terkait mekanisme pembayaran serta hak-hak ketenagakerjaan lainnya.


“Posko ini berguna menerima laporan pekerja yang belum menerima haknya menjelang Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.


Roni menegaskan, seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Riau wajib membayarkan THR kepada karyawannya paling lambat 8 Maret 2026. Kewajiban tersebut berlaku bagi pekerja yang telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi ketenagakerjaan.


Disnakertrans Riau juga akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di Bumi Lancang Kuning guna memastikan kepatuhan terhadap aturan pembayaran THR. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan mengambil langkah tegas.


“Semua perusahaan wajib membayarkan THR kepada karyawannya pada tanggal 8 Maret. Apabila tidak dilaksanakan pembayaran pada tanggal 9 sampai 16 Maret, pihak kami akan melakukan penegasan kepada perusahaan-perusahaan tersebut,” pungkasnya. 


Sumber : RiauBerantas.com

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done