KILAS BALIK

Jumat, 10 April 2026

DISDUKCAPIL RIAU DILANDA KONTROVERSI: Ros Diblokir Setelah Tolong Warga, Bunga Ditolak karena Aturan Baju


Pekanbaru, kilasbalik - Kontroversi melanda Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Riau. Ros, seorang aktivis masyarakat, dilarang masuk ke kantor Disdukcapil setelah membantu warga yang pernah membantunya saat Pemilu 2025 dan pemilihan walikota. Kamis (9/04/2026).


"Kenapa saya tidak bisa masuk? Apa alasannya?" tanya Ros kepada oknum Satpol PP yang menghalanginya, Kamis (9/4/2026).


"Kami tidak tahu apa alasannya, Ibu. Yang jelas kami diperintahkan atasan kami untuk tidak membiarkan ibu masuk," jawab oknum Satpol PP tersebut dihadapan orang banyak.


Ros merasa sangat tidak puas dengan perlakuan Kadisdukcapil ini melalui perintah kepada oknum Satpol PP yang bertugas dipintu masuk.


"Saya bukan teroris, saya hanya ingin membantu masyarakat yang memerlukan pertolongan.

Apa dasar Kadisdukcapil melarang saya masuk ke ruang publik?" ujarnya dengan nada kekecewaan.


Ros, yang juga Ketua DPC AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) Kota Pekanbaru-Riau, merasa perlakuan ini telah mencoreng nama baiknya dan membuatnya tidak dipercaya oleh masyarakat. 


"Apa rasanya kalau dibuatkan kepada Kadisdukcapil yang membantu masyarakat niatnya tidak dihargai bahkan diusir dari rumah rakyat sendiri?" katanya.


Ringkas cerita 


Tgl 1 April 2026 Ros bersama ajudan S dan anak yang mau buat KTP pemula, ambil antrian dan sudah kiris mata juga sudah photo di Disdukcapil Pekanbaru. 


Selesai langsung pulang karena anak masih harus masuk sekolah.


Informasi langsung kita dapat dari oknum pegawai mengatakan bisa cetak KTP dgn syarat bawa surat tanda domisili dgn photo Copy KK. Karena pengurusan pada hari Selasa dan Kamis.


Selasa 8 April 2026, kembali kita datangi sekitar jam 1.30 Wib, namun kata oknum pegawai Disdukcapil, nomor antriannya sudah habis dan adanya hanya 5 nomor antrean setiap hari dengan hari yg yang ditentukan yaitu hari Selasa dan Kamis.


Karena sudah habis kita langsung pulang.


Kamis 9 April 2026 kembali kita datangi Disdukcapil untuk mendapatkan antrian, pagi sekitar jam 8.40 WIB ajudan sudah duluan sampai di Disdukcapil bersama anak yg buat KTP.


Sekitar Jam 9.20 WIB, Ros sampai di Disdukcapil, sembari membawa surat yg diperlukan, kaget dan langsung Ros di blokir tidak boleh masuk oleh oknum petugas Satpol PP.


Kontroversi ini tidak berhenti di situ. Bunga, (nama samaran) seorang warga Pekanbaru, juga mengalami perlakuan tidak menyenangkan di Disdukcapil Pekanbaru.


Ia ingin mengurus surat kematian orangtuanya, namun ditolak karena baju panjangnya tidak semata kaki dan baju yang dipakainya dres panjang dibawah lutut dan berlengan juga pakai sepatu.


"Saya sudah datang rapi, tapi tetap ditolak. Katanya itu peraturan walikota. Tapi saya tidak paham, apa hubungan baju dengan surat kematian?" kata Bunga dengan nada kekecewaan kepada Ros yang berada ditempat tersebut.


Bunga merasa dipermalukan dan tidak dihargai.

 

"Saya sudah jauh-jauh datang, tapi tidak diperbolehkan masuk. Apa ini yang disebut pelayanan publik?"


Masyarakat Pekanbaru menuntut klarifikasi dari Kadisdukcapil Provinsi Riau. 


"Pimpinan dan pegawai Disdukcapil harus ingat, mereka bekerja untuk melayani masyarakat, bukan untuk melayani ego mereka sendiri," kata seorang warga.


Setelah dikonfirmasi dengan satu media, Kadisdukcapil Pekanbaru kirim pesan WA yang isinya:


"Maaf baru balas ya. Terkait layanan di Disdukcapil mmg harus warga yang bersangkutan yang berurusan dan masuk kedalam ruang layanan. Kenapa orang yang sering datang ke dukcapil membawa warga berurusan dilarang masuk❓ini untuk menghindari asumsi bahwa yang selalu datang membawa warga berurusan ke dukcapil adalah calo. Jadi kita tidak ingin dukcapil dikatakan melayani calo.



Terkait dengan pakaian wanita yang digunakan untuk pelayanan publik, diharapkan tidak terlalu pendek dan tidak seksi. Apalagi orang sedang ramai ramainya, hal ini untuk menghindari pandangan yang tidak sopan saja. Jadi mari kita saling saling menjaga".


Dengan jawaban dari Kadisdukcapil ini diduga tidak mencerminkan seorang Pejabat dan tidak melihat juga, bahkan tidak turun langsung melihat apa yang terjadi dan hanya mendengar sepihak dari oknum pegawainya.


Ini sangat merugikan masyarakat, sebelum seenaknya saja mengeluarkan perintah larangan masuk dan bahkan diduga sudah menganggap CALO. 


Dengan jawaban ini Ros sebagai masyarakat Pekanbaru tidak menerima diperlakukan seperti ini. Dan akan melaporkan dengan pihak pemerintahan juga pihak berwenang.





Redaksi 

Pembangunan Jembatan Armco Terus Dipercepat, Warga Aceh Selatan Segera Nikmati Akses Baru


ACEH SELATAN, kilasbalik– TNI terus mempercepat pembangunan Jembatan Armco di Desa Pasi Rasian, Kecamatan Pasi Raja, dan Desa Raket, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan agar masyarakat segera menikmati akses transportasi yang lebih baik.


Hingga Kamis (9/4/2026), pembangunan di Desa Pasi Rasian telah memasuki tahap penimbunan untuk memperkuat struktur dasar dan membentuk oprit jembatan. Personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pekerjaan secara gotong royong agar konstruksi jembatan kokoh dan siap digunakan.


Koordinator lapangan Kapten Inf. Faisal Kurniawan mengatakan, sinergi TNI dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan. “Kami optimis setiap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan rampung tepat waktu. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pekerjaan ini,” ujarnya.


Sementara itu, di Desa Raket, Kecamatan Trumon, personel Satgas Jembatan melanjutkan pekerjaan ke titik Ketapang III setelah jembatan di titik Ketapang II dapat dilalui sementara. Pemasangan konstruksi Armco, pengecoran, dan penguatan pondasi dilakukan secara intensif dengan dukungan alat berat. “Pekerjaan ini kami kebut agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. Setelah titik Ketapang II dapat dilalui sementara, kami langsung bergerak ke titik berikutnya tanpa jeda,” jelas Kapten Faisal.


Pembangunan Jembatan Armco tersebut diharapkan dapat membuka akses menuju Aceh Singkil melalui kawasan Buluh Seuma, memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Dengan adanya jembatan ini nanti, aktivitas kami akan jauh lebih mudah,” ujar salah seorang warga Desa Pasi Rasian. *(Dispenad)*





Sri Imelda 

400 Peserta Lolos TPA SMAN Plus Riau, Jalani Tes Kesehatan Terjadwal di RSUD Arifin Achmad


PEKANBARU, kilasbalik – Proses seleksi masuk SMA Negeri Plus Riau tahun 2026 terus berlanjut dengan tahapan yang semakin ketat dan sistematis. Sebanyak 488 calon peserta didik sebelumnya telah mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang digelar pada 4 hingga 5 April 2026.


Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 400 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni tes kesehatan yang mulai dilaksanakan pada Jumat (10/4/2026).


Kepala SMA Negeri Plus Riau, Edi Sutono, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes kesehatan tahun ini dilakukan dengan sistem yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tes kesehatan dipusatkan di RSUD Arifin Achmad dengan pembagian jadwal yang lebih tertata.


“Panitia sejak awal sudah mengatur jadwal dan teknis pelaksanaan agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana peserta dan orang tua datang bersamaan,” ujarnya kepada awak media Jumat (10/4/2026).


Sebanyak 400 peserta yang mengikuti tes kesehatan dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Jumat (10 April 2026) dengan jumlah 135 peserta. Sesi kedua pada Sabtu (11 April 2026) sebanyak 135 peserta, dan sesi ketiga pada Minggu (12 April 2026) diikuti 130 peserta.


Edi menjelaskan, peserta yang tidak mengikuti tes kesehatan pada hari tertentu akan menjalani tahapan seleksi lainnya, seperti psikotes, tes fisik, tes kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, serta wawancara pengetahuan umum dan pendalaman agama di lingkungan sekolah. Skema ini juga berlaku sebaliknya, sehingga seluruh peserta tetap menjalani seluruh tahapan secara bergantian.


Sebelumnya, proses pendaftaran seleksi SMAN Plus Riau telah dibuka sejak 2 hingga 25 Maret 2026 melalui sistem daring di laman resmi Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.040 orang, baik dari kabupaten/kota di Riau maupun luar daerah.


Sebaran pendaftar didominasi Kota Pekanbaru sebanyak 314 orang, disusul Kampar 167 orang, Rokan Hulu 85 orang, Dumai 81 orang, Siak 73 orang, dan Bengkalis 71 orang. Sementara itu, peserta dari luar Provinsi Riau tercatat sebanyak 38 orang.


Pelaksanaan TPA sendiri menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis jaringan lokal tanpa koneksi internet. Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas dan transparansi selama proses seleksi berlangsung.


“Seluruh akses internet dimatikan selama ujian berlangsung. Sistem ini dirancang agar seleksi benar-benar objektif dan bebas dari kecurangan,” tegas Edi.


Ia menambahkan, seleksi ini bertujuan menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berwawasan kebangsaan, religius, serta mampu bersaing di tingkat global.


Dengan berlanjutnya tahapan seleksi ini, peserta yang tidak lolos pada TPA otomatis gugur, sementara peserta yang berhasil akan terus mengikuti seluruh rangkaian tes hingga penentuan akhir penerimaan siswa baru SMAN Plus Riau tahun 2026.


Sri Imelda 

Kamis, 09 April 2026

Kasad: Indonesia Maju Hanya Bisa Dicapai dengan Persatuan


JAKARTA, kilasbalik – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa Indonesia yang maju hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen bangsa bersatu dan mengesampingkan perbedaan.


Hal tersebut disampaikan Kasad saat menghadiri peringatan Paskah bersama prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana wilayah Jakarta dan sekitarnya di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat, Kamis (9/4/2026).


Menurut Kasad, peringatan hari besar keagamaan harus menjadi momentum untuk saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI AD untuk terus menjaga solidaritas dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.


Peringatan Paskah yang turut dihadiri Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Uli Simanjuntak tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan yang mengusung tema “Paskah Mewujudkan Penguatan Iman serta Solidaritas Prajurit dan ASN TNI AD yang Prima dalam Rangka Mendukung Indonesia Maju” itu menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus soliditas di lingkungan TNI AD.


Dalam sambutannya, Kasad menegaskan bahwa perayaan Paskah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkokoh kebersamaan dalam mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


“Momen-momen seperti ini untuk kita saling mengingatkan. Perayaan Paskah ini kita harapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai keimanan yang kuat, serta membangun solidaritas yang kokoh dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD secara optimal. Kalau kita mau maju berarti harus sama-sama menghilangkan (mengesampingkan) perbedaan untuk Indonesia maju,” ujar Kasad.


Ibadah Paskah dipimpin Pendeta Godlif Yohanes dan turut dihadiri Wakil Uskup TNI-Polri Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr., serta Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Aloysius Budi Purnomo. Rangkaian kegiatan juga diisi renungan, penyalaan lilin Paskah oleh Kasad dan Ketua Umum Persit KCK, serta doa bersama yang dipimpin Pendeta Etika Saragih. *(Dispenad)*






Sri Imelda 

Bekali Peserta Lemhanas, Kasad Tekankan Dukungan pada Program Pemerintah


JAKARTA, kilasbalik– Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus menjadi prioritas seluruh unsur bangsa sesuai bidang tugas masing-masing.


Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII dan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Selasa (8/4/2026).


Kegiatan itu diikuti 85 peserta P3N dan 104 peserta P4N yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, badan usaha, dan organisasi masyarakat. Di hadapan para peserta, Kasad menekankan bahwa setiap unsur pemerintahan harus memahami prioritas yang dapat dilakukan dalam mendukung berbagai program pemerintah.


Kasad menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi dan sumber daya yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan inovasi di berbagai bidang agar mampu memperkuat pertahanan negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Kasad, pembinaan kekuatan TNI AD harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan guna mewujudkan postur pertahanan negara yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis. Kemudian seluruh kebijakan Presiden untuk meningkatkan pendapatan negara dan kesejahteraan masyarakat, lanjutnya, juga harus didukung penuh.


Selain membangun kekuatan pertahanan dan meningkatkan kesejahteraan prajurit, Kasad mengatakan TNI AD terus berupaya membantu masyarakat melalui program ketahanan pangan, penyediaan air bersih, serta pengairan pertanian dan perkebunan. “Kita sudah buat sekitar 6.000 sumber air di seluruh Indonesia dan akan terus kita jalankan. Data kita, sekitar 27 juta masyarakat belum menikmati air bersih,” ujar Kasad.


Kasad juga menegaskan TNI AD bergerak cepat dalam penanganan bencana agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam kesulitan. Sementara di bidang alutsista, TNI AD terus mengembangkan sistem pertahanan dan inovasi teknologi. “Kita sudah harus siapkan, anak-anak kita sudah mampu membuat peralatan tempur yang juga dimiliki negara lain,” imbuhnya. *(Dispenad)* 





Sri Imelda 

Rabu, 08 April 2026

Samakan Persepsi dan Kesiapan, Rakernis Logistik Kodam XIX/TT Tahun 2026 Digelar

 

PEKANBARU, Kilas Balik - Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 di Aula Kaharuddin Nasution, Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Kamis (9/4/2026).


Kegiatan dipimpin oleh Asisten Logistik Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Czi Roni Agus Widodo, S.Sos., M.Han., serta diikuti para pejabat logistik dari seluruh jajaran satuan, baik secara tatap muka maupun melalui video conference. Rakernis ini bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi, serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja bidang logistik.


Dalam rangkaian kegiatan, disampaikan paparan kebijakan umum logistik serta program kerja tahun 2026 yang mencakup bidang perbekalan dan angkutan, kesehatan, peralatan, konstruksi, hingga pembinaan barang milik negara. Seluruh materi dipaparkan secara sistematis guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas satuan ke depan.


Melalui Rakernis ini, diharapkan terwujud kesiapan logistik yang optimal, profesional, dan adaptif dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Kodam XIX/Tuanku Tambusai secara berkelanjutan. Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar (*Red)

Tim

‎Lift Proyek RS Santa Maria Jatuh, Tiga Pekerja Luka Berat: Dugaan Kelalaian K3 Disorot

 

‎PEKANBARU, Kilas Balik – Insiden kecelakaan kerja di proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Santa Maria, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Selasa malam (7/4/2026), memantik sorotan serius terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh pihak pelaksana proyek.

‎Tiga pekerja dilaporkan mengalami luka berat setelah lift pengangkut material yang mereka naiki jatuh bebas dari lantai tujuh.

‎Korban diketahui bernama Kusnia, Muhammad Agit Nurjamil, dan Ashari Ananta Pangestu. Ketiganya saat ini menjalani perawatan intensif akibat patah tulang serius serta luka pada bagian wajah.

Dugaan Kelalaian K3 Menguat

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden diduga berkaitan dengan gangguan teknis pada kawat sling serta sistem pengereman lift proyek. Namun di balik dugaan teknis tersebut, muncul pertanyaan besar terkait kepatuhan terhadap prosedur K3 di lapangan.

‎Dalam praktik konstruksi, penggunaan lift material untuk mengangkut pekerja memiliki standar ketat dan wajib dilengkapi sistem pengaman berlapis. Jika tidak, hal tersebut berpotensi menjadi pelanggaran serius.

‎Sejumlah pihak menilai, insiden ini tidak bisa semata dianggap sebagai kecelakaan kerja biasa.

‎“Kalau sampai terjadi jatuh bebas dari ketinggian, patut diduga ada kelalaian, baik dari sisi perawatan alat maupun pengawasan operasional,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

‎Peran Pelaksana Proyek Dipertanyakan

‎Sorotan tajam kini mengarah kepada pihak kontraktor atau pelaksana proyek. Mereka dinilai memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan seluruh alat kerja laik fungsi dan prosedur keselamatan dijalankan secara disiplin.

‎Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian:

‎Apakah lift telah melalui uji kelayakan?

‎Apakah ada pemeriksaan rutin terhadap kawat sling dan sistem rem?

‎Apakah pekerja dibekali pelatihan K3 sebelum bekerja?

‎Apakah ada pengawas K3 aktif di lokasi saat kejadian?

‎Jika ditemukan adanya kelalaian, pelaksana proyek berpotensi menghadapi sanksi administratif hingga pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Pengawasan Disnaker Jadi Sorotan

‎Selain pihak pelaksana, pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga turut menjadi perhatian publik.

‎Sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan ketenagakerjaan dan K3, Disnaker dinilai perlu memberikan penjelasan:

‎Apakah proyek tersebut telah melalui inspeksi K3?

‎Kapan terakhir pengawasan dilakukan?

‎Apakah ada catatan pelanggaran sebelumnya?

‎Minimnya pengawasan dinilai berpotensi membuka celah terjadinya kecelakaan kerja yang seharusnya dapat dicegah.

‎Polisi Lakukan Penyelidikan

‎Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Sukajadi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis serta kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja.

‎Polisi juga membuka kemungkinan untuk memintai keterangan dari pihak pelaksana proyek, pengawas lapangan, serta pihak terkait lainnya.

‎Alarm Serius Dunia Konstruksi

‎Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan kerja tidak boleh dipandang sebagai formalitas semata.

‎Di tengah pesatnya pembangunan, penerapan K3 seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap administrasi.

‎Jika tidak, proyek pembangunan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi titik rawan bagi keselamatan pekerja.

‎Peristiwa ini bukan hanya soal kecelakaan, tetapi juga soal tanggung jawab.

‎Ketika standar keselamatan diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya progres proyek, melainkan nyawa manusia.(*)

Tim

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done