KILAS BALIK

Minggu, 03 Mei 2026

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan


Pacitan, kilasbalik - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai Kabupaten Pacitan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daerah tujuan wisata unggulan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan di Pendopo Bupati Pacitan, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026).


Bima mengaku telah lama ingin berkunjung ke Pacitan. Keinginannya semakin kuat setelah mendengar pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI yang kini menjadi salah satu ikon baru daerah tersebut. Nama museum dan galeri tersebut merujuk pada Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya, almarhumah Ani Yudhoyono.


Menurutnya, kehadiran museum tersebut membawa dampak positif bagi geliat ekonomi masyarakat. Ia melihat perkembangan kawasan sekitar museum menunjukkan aktivitas yang semakin tumbuh. “Dan saya melihat tadi sepanjang jalan, mulai menggeliat ekonomi.” ujarnya.


Bima juga mengapresiasi kualitas Museum dan Galeri SBY-ANI. Berdasarkan pengalamannya mengunjungi berbagai museum di luar negeri, ia menilai museum di Pacitan tersebut memiliki standar internasional. Terlebih, museum tersebut dilengkapi perpustakaan dengan aneka koleksi bacaan.


“Saya membayangkan ya, ini agak berimajinasi Pak Bupati, Museum SBY ini akan menjadi cikal bakal dari Pacitan yang memiliki berbagai identitas yang sesuai dengan karakter Pak SBY, mulai dari pemikiran beliau, sampai hobi beliau,” ujarnya.


Di sisi lain, dirinya menyampaikan kesiapan untuk menggandeng jejaring komunitas lari guna menggelar event olahraga yang dapat meningkatkan citra dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Nanti sama-sama kita desain event, ya. Saya akan bawa jaringan ALTI (Asosiasi Lari Trail Indonesia) untuk buat event di sini, supaya menaikkan citra Pacitan,” tandasnya.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pacitan.


Puspen Kemendagri


Sri Imelda 

Derita Riau Negeri Minyak: Kaya Minyak, Miskin Akses BBM ‎Antara Klaim Stok Aman dan Realita Kosong di SPBU


Pekanbaru —KilasBilas.my.id_- Di provinsi yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang energi nasional, warga justru menghadapi kenyataan yang berlawanan. BBM subsidi sulit didapat, antrean mengular, dan SPBU kerap kehabisan stok dalam waktu singkat. Ironi ini menguatkan satu pertanyaan: di mana sebenarnya BBM itu “hilang” sebelum sampai ke masyarakat?
‎Alur Distribusi: Di Atas Kertas Lancar, di Lapangan Tersendat
‎Secara resmi, distribusi BBM berjalan dari terminal penyimpanan ke SPBU melalui mobil tangki, lalu disalurkan ke konsumen sesuai kuota. Dalam sistem ini, setiap pengiriman tercatat melalui Delivery Order (DO) dan diawasi berlapis.
‎Namun di lapangan, pola yang muncul berulang:
‎BBM baru datang, tapi tidak lama kemudian habis. Di satu sisi, ada SPBU yang kosong total; di sisi lain, ada yang relatif aman. Ketimpangan ini mengindikasikan ada celah di antara rantai distribusi yang tidak sepenuhnya terkendali.
‎Seorang pengemudi ojek online di Pekanbaru, Rudi (34), mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar.
‎“Kadang sudah antre lama, pas giliran malah habis. Besoknya ulang lagi. Kami kerja jadi terganggu,” ujarnya.
‎Dugaan Titik Kebocoran: Dari Jalan Hingga Nozzle
‎Dari penelusuran lapangan dan pola yang berulang, setidaknya ada beberapa titik rawan yang patut diawasi:
‎Pertama, pada jalur distribusi. Dugaan pengurangan volume atau pengalihan sebelum BBM sampai ke SPBU menjadi isu yang kerap muncul setiap kali kelangkaan terjadi.
‎Kedua, di level SPBU. Tidak menutup kemungkinan adanya praktik penimbunan atau penyaluran tidak langsung ke masyarakat umum, melainkan ke pihak tertentu.
‎Ketiga, pada tahap konsumsi. Fenomena pengisian berulang, penggunaan jerigen, hingga kendaraan modifikasi mempercepat habisnya kuota subsidi tanpa mencerminkan kebutuhan riil.
‎Seorang warga Kecamatan Tampan, Siti (41), menyebut kondisi ini sudah menjadi rutinitas.
‎“Kalau dengar ada BBM masuk, langsung semua orang datang. Tapi tetap saja tidak cukup. Seperti ada yang tidak sampai ke kita,” katanya.
‎Lonjakan Konsumsi atau Sistem yang Bocor?
‎Pihak terkait kerap menyebut lonjakan konsumsi sebagai penyebab utama. Peralihan pengguna dari BBM non-subsidi ke subsidi memang meningkatkan tekanan pada kuota.
‎Namun pertanyaannya: apakah lonjakan ini cukup untuk menjelaskan kelangkaan yang terjadi hampir setiap hari?
‎Jika distribusi berjalan optimal, seharusnya sistem mampu beradaptasi dengan peningkatan permintaan. Fakta bahwa kelangkaan terjadi berulang menunjukkan persoalan tidak berhenti pada konsumsi semata.
‎Kuota Tetap, Kebutuhan Melonjak
‎Satu faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah sistem kuota. BBM subsidi memiliki batas distribusi yang telah ditentukan. Ketika konsumsi melonjak, kuota cepat habis sebelum waktunya.
‎Namun kondisi ini semakin kompleks ketika distribusi tidak merata. Ada SPBU yang kehabisan lebih cepat, sementara lainnya masih memiliki stok. Ketidakseimbangan ini menimbulkan dugaan adanya pengaturan distribusi yang tidak transparan.
‎Pertanyaan untuk Pengendali Distribusi
‎Sorotan kini mengarah ke PT Pertamina (Persero) sebagai pihak yang memegang kendali distribusi BBM.
‎Publik menunggu jawaban yang konkret, bukan sekadar penjelasan normatif.
‎Apakah sistem pengawasan distribusi sudah berjalan efektif?
‎Apakah ada audit menyeluruh terhadap alur distribusi hingga ke tingkat SPBU?
‎Dan yang paling penting: apakah Pertamina siap bertanggung jawab atas kelangkaan yang terus berulang ini?
‎Desakan Transparansi dan Pengawasan
‎Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum didesak untuk turun langsung melakukan pengawasan di lapangan. Tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif.
‎Distribusi BBM harus bisa dilacak secara terbuka:
‎dari terminal, ke mobil tangki, hingga ke nozzle SPBU. Tanpa transparansi, celah penyimpangan akan selalu ada.
‎Rakyat di Tengah Ketidakpastian
‎Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar isu teknis. Ini menyangkut aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan biaya hidup.
‎Ketika BBM sulit didapat, roda ekonomi ikut tersendat. Pengemudi kehilangan waktu, pedagang terganggu distribusinya, dan biaya operasional meningkat.
‎Riau mungkin dikenal sebagai negeri minyak.
‎Namun bagi warganya hari ini, minyak itu terasa jauh seolah mengalir ke mana saja, kecuali ke tangki mereka sendiri.
‎Kelangkaan ini menyisakan satu pertanyaan yang belum terjawab:
‎Jika BBM itu ada, lalu di titik mana ia mulai menghilang dari jalur distribusi?

Team

Dua pelaku Pencurian Sawit Milik Warga Diamankan Polsek, 14 Tandan Jadi Barang Bukti


Pelalawan -KilasBalik.com_-Polsek Langgam bergerak cepat mengungkap kasus pencurian buah kelapa sawit. Dua tersangka diamankan usai ketahuan panen dan lansir 14 tandan sawit milik warga di KM 52 Desa Segati, Jumat 1 Mei 2026.

Tersangka yang ditangkap adalah DS , 27 tahun, dan JH  25 tahun, keduanya warga Segati KM 53, Kecamatan Langgam. Kasus ini dilaporkan korban Galang Rahmawan, 25 tahun, asal Pekanbaru, ke Polsek Langgam dengan LP/B/22/V/2026/SPKT/Polsek Langgam/Polres Pelalawan/Polda Riau tanggal 2 Mei 2026.

TKP berada di kebun sawit milik korban di KM 52 Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Peristiwa diketahui Jumat 1 Mei 2026 sekitar pukul 07.15 WIB saat pekerja kebun kontrol dan menemukan pelepah sawit berserakan bekas dipanen orang tak dikenal.


Kemudian saksi  mendatangi  ke peron sawit, Sdr. J mengaku membeli 13 tandan dari Sdr. D. Sekitar pukul 10.00 WIB, kedua pekerja kembali ke kebun dan memergoki 2 orang melansir sawit pakai motor berkeranjang. Sempat dikejar, namun pelaku kabur. Polisi lalu mengamankan D dan J beserta barang bukti 14 tandan sawit, 1 kampak, 1 keranjang rotan, dan 1 unit Honda Revo tanpa nopol.

Kapolsek Langgam IPTU  Jerry P Sinaga , S.H menegaskan komitmen menindak pelaku tipiring. “Motifnya ekonomi, modusnya mengambil. Kita tidak beri ruang untuk pencurian sawit. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan. Proses sidik tuntas akan kita kawal,” tegas Kapolsek.

Kedua tersangka dijerat Pasal 478 UU 1/2023 tentang pencurian ringan. Saat ini penyidik Polsek Langgam masih melengkapi mindik, cek TKP, dan kirim SP2HP. Polres Pelalawan mengimbau pemilik kebun tingkatkan pengawasan untuk cegah aksi serupa.

Sabtu, 02 Mei 2026

Sinergi Berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Perketat Pengamanan Bersama Aparat Negara


Bandar Lampung –KilasBalik.my.id_- Upaya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pembinaan terus berlanjut tanpa henti. Hingga hari Minggu, 3 Mei 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung secara konsisten memperkuat sinergi pengamanan bersama para personel dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan pengamanan terpadu ini diawali dengan pelaksanaan apel serah terima regu jaga. Setelah apel kesiapan selesai, para personel gabungan langsung disebar untuk menempati titik titik pengamanan strategis, mulai dari penjagaan ketat di area pintu utama hingga penyisiran di kawasan steril di dalam institusi.

Guna mengoptimalkan langkah antisipasi, institusi juga secara khusus memfasilitasi sebuah pos pengamanan bagi personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pos ini difungsikan sebagai pusat komando taktis untuk mempercepat proses koordinasi apabila sewaktu waktu muncul potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan, Keynes, mengungkapkan bahwa operasi penjagaan gabungan yang terus berjalan ini memiliki makna strategis yang sangat besar bagi keberlangsungan proses rehabilitasi para warga binaan.

"Kegiatan pengamanan bersama ini tidak hanya sebatas wujud sinergi kelembagaan yang kuat, tetapi juga merupakan implementasi nyata dari komitmen mutlak institusi. Kita ingin memastikan bahwa lingkungan pembinaan ini sepenuhnya bersih dari peredaran narkotika, keberadaan telepon seluler, serta berbagai praktik pungutan liar. Ketiga hal tersebut merupakan sumber utama dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban," tegas Keynes saat meninjau langsung kelancaran penempatan personel di area steril.

Melalui penjagaan berlapis dan kolaborasi erat antar instansi penegak hukum ini, ekosistem pembinaan diyakini dapat terus berjalan dengan sangat aman, tertib, dan senantiasa kondusif.


@pemasyarakatanlampung@ikerahmawatiofficial@kemenimipas@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #SinergiPengamanan #TentaraNasionalIndonesia #KepolisianNegaraRepublikIndonesia #BandarLampung

Red/team

Polantas Hadir di CFD Pekanbaru, Warga Apresiasi Lebih Aman dan Nyaman — Dirlantas Riau Tekankan Edukasi Kamtibmas, Kamseltibcarlantas dan Green Policing


Pekanbaru, 3 Mei 2026 —KilasBalik.my.id_-Kegiatan Polisi Lalu Lintas (Polantas) dalam rangka menyapa masyarakat pada Car Free Day (CFD) dimulai sekira pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh AKP Zahratul Aulia Harun selaku Paur Si BPKB, yang turut berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Dalam pelaksanaannya, personel Polantas menyapa para pengunjung CFD mulai dari keluarga, komunitas olahraga, hingga generasi muda. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait Kamtibmas, Kamseltibcarlantas, serta konsep Green Policing.

Petugas menyampaikan imbauan Kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Selain itu, edukasi Kamseltibcarlantas juga diberikan dengan menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, penggunaan helm bagi pengendara roda dua, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

Tak kalah penting, konsep Green Policing turut disosialisasikan dengan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, menjaga kebersihan area publik, serta mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan bahwa kehadiran Polantas di ruang publik seperti CFD merupakan bentuk nyata pelayanan humanis Polri kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya pengamanan, tetapi juga sarana edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan manfaatnya, baik dari sisi keamanan, keselamatan berlalu lintas, maupun kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Green Policing,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, AKP Zahratul Aulia Harun selaku Paur Si BPKB menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kedekatan emosional antara Polantas dan masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Melalui kegiatan CFD ini, kami bisa berdialog langsung, mendengar aspirasi, sekaligus memberikan edukasi secara humanis terkait Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas dan menjaga lingkungan.

Salah satu pengunjung CFD, Annisa, warga Sukajadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Polantas di tengah keramaian. “Dengan adanya polisi hadir di tengah kegiatan CFD, kami merasa lebih aman dan nyaman. Apalagi tadi kami bisa berinteraksi langsung dan ada beberapa hal yang bisa kami tanyakan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Tetap semangat ya, Ibu Polantas,” ujarnya sembari memberikan senyuman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga keamanan, keselamatan berlalu lintas, serta kepedulian terhadap lingkungan, sehingga tercipta situasi yang tertib, aman, dan berkelanjutan.(***)

Team

Satgas TMMD Percepat Pembangunan Sarana Air Bersih di Bengkalis


BENGKALIS, kilasbalik - Sebagai upaya mengentaskan kemelut krisis air bersih di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Satgas TMMD ke-128 tahun 2026 terus berjibaku lakukan pembangunan serta pembenahan melalui program unggulan TNI Manunggal Air Bersih di Desa Balai Pungut dan Tengganau, Minggu (3/5).


Hal tersebut dibuktikan dengan terus dikebutnya penyelesaian pembiran air bersih, pemasangan pompa, pemasangan menara serta penempatan tangki air sebagai satu-kesatuan komitmen menghadirkan sarana air bersih yang komplit dan gratis bagi masyarakat.


Dansatgas TMMD Bengkalis, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno mengatakan, hingga detik ini pihaknya terus bekerja agar seluruh titik pekerjaan TMAB dapat terlaksana dengan baik dan sesuai harapan.


"Bersinergi dengan masyarakat, Satgas kita terus berupaya menyelesaikan pembangunan sarana air bersih di dua desa di kecamatan Pinggir. Sampai kini masih terus dikerjakan dengan mengedepankan prinsip gotong royong," kata Letkol Haris.


"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat ditunaikan dengan baik dan tepat waktu, agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," harapnya.





Redaksi 

Jembatan Garuda Presiden Prabowo Akhiri Penantian 30 Tahun Warga Todowongi


HALMAHERA BARAT, kilasbalik– Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, mengakhiri penantian panjang warga selama 30 tahun akan akses transportasi yang memadai, Jumat (1/5/2026). Kini, warga tak harus menyeberangi sungai berisiko tinggi lagi untuk pergi ke seberang.


Jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda Merah Putih yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.


Melalui kegiatan Karya Bhakti TNI AD, Kodim 1501/Ternate bersama masyarakat setempat melaksanakan pembangunan jembatan secara gotong royong. Infrastruktur ini menjadi akses vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari jalur anak-anak menuju sekolah hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan.


Kepala Desa Todowongi, Mancelina Lobby, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat. “Ini adalah jawaban dari doa dan pergumulan kami selama 30 tahun. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memprakarsai pembangunan Jembatan Garuda ini. Terima kasih, Pak Presiden, karena telah mendengar suara kami di pelosok Halmahera Barat,” ungkapnya.


Di lapangan, semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terlihat kuat. Babinsa Desa Todowongi, Kopda Mario Gino, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kekompakan seluruh pihak. “Hal sesulit apa pun bisa kita laksanakan jika ada kekompakan. Saya sangat bangga melihat warga dan TNI bersatu membangun Jembatan Garuda Merah Putih ini. Ini adalah bukti bahwa TNI selalu ada di hati rakyat,” tegasnya.


Dengan hadirnya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat kini menjadi lebih aman dan lancar. Selain meningkatkan akses pendidikan dan pelayanan dasar, jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil. *(Dispenad)*






Sri Imelda 

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done